Selasa, 07 Feb 2017 - 00:20:00 WIB - Viewer : 1986

1.880 Tokoh Gereja Katolik Australia Diduga Terlibat Pelecehan Seks Terhadap Anak

ABC News: Billy Cooper
Photo: Protesters left signs outside the royal commission this morning ahead of the latest hearing.

AMPERA.CO, Sydney, Australia - Kasus pelecehan seksual yang melibatkan pemuka agama di australia menjadi kasus kejahatan yang sangat menyedihkan. Lebih dari 20 persen atau hampir 2.000 orang tokoh gereja Katolik Australia termasuk pastor, pemuka agama, suster dan pegawai gereja diduga terlibat berbagai kasus pelecehan seksual.

Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat (public hearing) komisi khusus yang menangani masalah pelecehan seksual terhadap anak, Royal Commission into Institutional Responses to Child Sexual Abuse di Sydney, Australia, Senin (6/2).

Dalam dengar pendapat ini, kebijakan dan prosedur otoritas gereja di Australia terkait perlindungan dan standar keamanan anak-anak menjadi perhatian khusus, termasuk respon geraja terhadap laporan pelecehan seksual.

Pejabat Senior Royal Commission into Institutional Responses to Child Sexual Abuse, Gail Furness SC dalam paparannya mengatakan, sebuah survei antara Januari 1980 hingga Februari 2015 mengungkapkan terdapat 4.444 kasus pelecehan yang dilaporkan ke otoritas Gereja Katolik Australia, dimana 60 persen korban yang bertemu dengan komisi khusus tersebut, melaporkan pelecehan terjadi di lembaga-lembaga keagamaan.

Dari jumlah tersebut, Lanjutnya, hampir dua pertiganya melaporkan bahawa pelecehan seksual terjadi di lembaga-lembaga yang berafiliasi ke gereja Katolik.

Dalam laporannya, Royal Commission into Institutional Responses to Child Sexual Abuse mengungkapkan sebanyak 1.880 terduga pelaku pelecehan seksual berasal dari Gereja Katolik, dimana 572 orang pelakunya adalah pastor.

Gail Furness menggambarkan pengakuan para korban itu sangat menyedihkannya. Anak-anak yang menjadi korban diabaikan atau lebih buruk lagi malah diberi hukuman.

"Tuduhan tidak ditindaklajuti. Pastor dan pemuka agama dipindahkan. Tempat tugas baru atau jemaatnya tidak tahu menahu masa lalu mereka ini," tutur Furness.

"Dokumen-dokumen tidak disimpan, dan dihancurkan. Kerahasiaan dilakukan untuk upaya menutup-nutupi," tambahnya.

Usia rata-rata para korban saat mereka diduga dilecehkan adalah 10 tahun untuk anak perempuan dan 11 tahun untuk anak laki-laki.

Lembaga keagamaan menjadi sorotan dengan data yang menunjukkan antara tahun 1950 dan 2010, lebih dari 20 persen kasus pelecehan anak terjadi di lembaga Marist Brothers, Salesians of the Don Bosco, dan Christian Brothers.

Kasus pelecehan seksual di organsisasi St John of God Brothers, bahkan mencapai 40,4 persen.

Di antara korban adalah dua anak perempuan dari pasangan Anthony dan Chrissie Foster. Satu dari kedua anak itu telah meninggal dunia.

Di luar persidangan, Chrissie menuturkan kisah perlakuan Gereja Katolik terhadap anak-anak mereka.

"Para pastor Katolik telah membuat nama Tuhan jadi jelek. Mereka ini aib. Mereka tak menyesali perbuatannya," kata Chrissie.

"Sudah begitu lama hal ini menjadi cara mereka menyembunyikan pelaku. Memindahkan tempat tugas mereka, tanpa memperdulikan anak-anak lainnya bisa menjadi korban dan mengalami nasib mengerikan ini," tambahnya.

"Mereka tidak menunjukkan belas kasihan, tidak ada penyesalan. Tidak ada sama sekali," tambah Chrissie.

Kejadian Tragis dan Tidak Dapat di Bela

Salah seorang tokoh paling senior Gereja Katolik Australia, Francis Sullivan dalam persidangan mengakui terjadinya kasus pelecehan seksual dan menegaskan bahwa jumlahnya sangat mengejutkan.

"Kejadian itu tragis dan tidak dapat dibela," ujarnya.

"Setiap yang tertera dalam data ini, umumnya mewakili anak-anak yang menderita di tangan seseorang yang seharusnya merawat, dan melindungi mereka," ujar Sullivan,

Keuskupan Sydney, Perth, Brisbane, Adelaide, Melbourne, dan Canberra-Goulburn bertemu untuk memberi bukti-bukti sebagai bagian dari persidangan terbuka selama tiga pekan.

Diperkirakan pertanyaan akan berfokus pada seberapa jauh pelecehan seksual anak-anak terjadi dalam hampir tujuh dekade dan langkah yang dilakukan pemimpin gereja untuk melindungi anak-anak yang menjadi korban.

Ini merupakan persidangan terbuka yang ke-50 dari penyelidikan komisi khusus yang dijadwalkan berlangsung selama 4 tahun, sekaligus persidangan ke-16 khusus bagi Gereja Katolik.

Royal Commission into Institutional Responses to Child Sexual Abuse melakukan penyelidikan bagaimana berbagai lembaga di Australia termasuk sekolah, gereja , klub olahraga, dan lembaga pemerintah menanggapi laporan pelecehan seksual di lembaganya masing-masing.

www.abc.net.au

Komentar Berita