Senin, 18 Mei 2020 - 21:44:00 WIB - Viewer : 216

Bagindo : Rakyat Jadi Korban Spekulasi Pemda atas SK PSBB Kemenkes

Ed : Feri

Ist

AMPERA.CO, Palembang - Molornya pelaksanaan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palembang dan Prabumulih. Dinilai karena, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang berspekulasi atas izin Menkes RI, terkait PSBB.

Hal itu diungkapkan oleh, Pemerhati Sosial Sumsel, Bagindo Togar Butarbutar, saat dibincangi, melalui sambungan telepon pribadinya, Senin (17/5/2020).

"Pemrpov Sumsel dan Pemkot Palembang sudah berspekulasi atas, izin Menkes RI terkait PSBB di kota Palembang dan Prabumulih, rakyat yang menjadi korban, lihat saja kasus positif di Sumsel berapa hari terkahir," katanya.

Dijelaskannya, dari 27 Kabupaten/kota dan dua Provinsi di Indonesia yang mendapat izin PSBB dari Menkes RI, ketika izin keluar, maka langsung diterapan. Tidak ada daerah lain yang mengulur waktu sampai dua pekan seperti di Sumsel ini. Karena seharusnya, sebelum berkas PSBB diajukan, semua aturan pendukung sudah siap lebih dulu.

"Pemprov Sumsel jelas berspekulasi atas musibah ini. Harapannya kasus Corona melandai, tapi ternyata angka positif meningkat drastis. Harusnya kalau memang tidak mampu untuk menerapkan PSBB, jangan mengajukan PSBB. Atau jangan-jangan PSBB diajukan untuk ditolak ?, Kalau tidak mampu angkat tangan tanda menyerah, cari solusi lain, jangan sok hebat," katanya mengkritik.

Alumnus Universitas Sriwijaya (Unsri) ini menyarankan agar, Pemda dapat melibatkan ahli dalam mengambil keputusan apapun terkait Covid-19. Jangan jadikan musibah ini sebagai ajang tebar pesona untuk mencari perhatian. Sesungguhnya rakyat sudah muak.

"Pengelola daerah itu tau diri. Kalau bukan tufoksinya jangan sok paling hebat. Libatkan ahli kesehatan, ahli ekonomi dan ahli lainnya, dalam mengambil keputusan. Jangan rakyat yang harus menjadi korban," pungkasnya.

Diketahui, izin penerapan PSBB dari Kemenkes RI untuk kota Palembang dan kota Prabumulih telah keluar, pada Selasa 12 Mei 2020 lalu. Namun, atas dasar aturan daerah yang belum siap, PSBB di dua kota tersebut molor hingga H+2 Lebaran Idul Fitri.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel, Herman Deru, usai rapat penerapan PSBB di Palembang, Rabu (13/5/2020), mengatakan, pihaknya telah melaksanakan rapat koordinasi dengan Walikota Palembang dan Prabumulih terkait penerapan PSBB akan dilaksanakan usai Lebaran.

"Hal ini karena kita akan menunggu peraturan walikota Palembang dan Prabumulih mengenai tata cara dan aturan PSBB itu hingga 20 Mei mendatang," katanya.

    TAGS   :

Komentar Berita