Sabtu, 27 Jun 2020 - 21:17:00 WIB - Viewer : 804

Inilah Tujuh Langkah UMKM agar Selamat di Masa Pandemi Covid-19

Redaksi AMPERA.CO

AMPERA.CO, Palembang - Puluhan Usaha Mikro,Kecil dan Menengah (UMKM) antusias mengikuti webinar nasional dengan tema Strategi Pengelolaan Manajemen bagi UMKM di Masa Pandemi Covid-19,Sabtu (27/6/2020).

Dengan menggunakan aplikasi Zoom, Webinar menghadirkan Konsultan Bisnis Nasional, Dedy Sidarta, BKP, CFP, PFM (CEO D`Consulting Business Consultant), Perwakilan Pengusaha Muda HIPMI Sumsel, Feri Yuliansyah, ST, MT (Pengusaha Muda Ban Alat Berat sekaligus Pengajar Fakultas Teknik Universitas Tamansiswa Palembang), dan pelaku UMKM, Muhammad Andri Wardana, S.Sos (Owner Bakso Mas Adit).

Dalam Paparannya, CEO D`Consulting Business Consultant, Dedy Sidarta, BKP, CFP, PFM mengatakan ada beberapa strategi yang harus dilakukan UMKM di kondisi pandemi sekarang ini atau minimal dapat terus bertahan.

Pertama, UMKM harus membuat laporan proyeksi laba rugi selama dua hingga tiga bulan kedepan, "Dari proyeksi nanti akan dilihat kedepannya apakah pendapatan, biaya dan laba (rugi) malah menjadi rugi trua.

"Langkahnya, estimasikan persenan naik atau turun, pisahkan biaya tetap seperti listrik dan tidak tetap seperti pasang iklan. Hilangkan biaya tidak tetap dan biaya tetap hingga usaha tetap berjalan maksimal," ungkapnya.

Kedua, yaitu penghematan beberapa biaya di berbagai lini usaha, seperti biaya marketing (biaya iklan, promosi dan biaya entertainment). Biaya operasional seperti biaya gaji dan THR (bukan phk tetapi negoisasi biaya gaji pegawai), biaya rumah tangga kantor dan biaya ATK. Biaya untuk Sumber Daya Manusia (SDM) seperti penghematan biaya pelatihan offline, biaya perekrutan tenaga kerja dan lainnya.

Ketiga, UMKM harus mengefisiensi biaya bahan baku. Terlebih melihat kondisi sekarang ini. UMKM harus mengatur aset yang ada di perusahaan dengan berbagai cara yaitu menghitung Buffer Stock atau menghitung stok minimal dan maksimal. Hal ini agar tidak kekurangan stock dan menjaga jangan terlalu banyak persediaan. Kemudian mengatur manajemen supply chain.

Keempat, percepatan pembayaran piutang usaha, piutang usaha adalah orang yang beli produk kita namun tidak langsung dibayar.

"Bagaimana agar piutang anda dibayar cepat? Caranya bernegoisasi pada konsumen agar dapat membayar hutang tersebut. Lalu berikan opsi diskon, atau bonus barang. Untuk langkah selanjutnya, usahakan pembayaran di depan atau sistem PO," ungkapnya.

Kelima, Jangan dulu membuat penambahan capex atau belanja modal. Jika penjualan produk tidak dalam kondisi bagus. Dengan. begitu diharapkan menahan untuk tidak belanja bahan.

Keenam, negoisasi hutang ke bank atau supplier. Hal ini diperlukan agar kondisi ekonomi yang tidak kondusif selayaknya dapat menjaga keuangan usaha anda atau bisa meminta tempo lebih lama.

"Terkadang, pelaku usaha memiliki hutang, dan dalam kondisi seperti ini sulit untuk membayar hutang tersebut,"katanya.

Ketujuh. Merubah strategi baru penjualan atau sales dan marketing. Sebagai contoh, dulu customer datang namun sekarang bagaimana kita menelpon customer dan kirim barang, jika dulu makan di tempat sekarang untuk delivery ke rumah. Konsen yang penting di masa pandemi ini yaitu kehigeinisan barang tersebut.

"Hal paling penting dalam berusaha yaitu memunculkan ide ide baru dan mengupdate ilmu agar tetap menarik perhatian pembeli," katanya.

Komentar Berita