Sabtu, 15 Jul 2017 - 00:35:00 WIB - Viewer : 440

Kemenkominfo Blokir Layanan Aplikasi Telegram

AMPERA.CO, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memblokir layanan aplikasi percakapan Telegram di Indonesia. Pemerintah akan mengumumkan lebih lanjut keputusan pemblokiran aplikasi tersebut.

"Benar (pemblokiran aplikasi Telegram), nanti akan disampaikan keterangannya lebih lanjut," kata juru bicara Kemenkominfo Noor Iza, Jumat (14/7).

Kemenkominfo telah meminta Internet Service Provider (ISP) untuk memblokir atau pemutusan akses terhadap sebelas Domain Name System (DNS) milik aplikasi Telegram.

Alasan pemerintah memblokir karena banyak kanal Telegram yang menyebarkan konten melanggar undang-undang seperti propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, hingga ajakan atau cara merakit bom.

Pemerintah mengklaim, selama ini aplikasi Telegram kerap digunakan jaringan kelompok teroris dalam berkomunikasi, tidak hanya di Indonesia tapi di luar negeri. Telegram dimanfaatkan kelompok teroris karena memberikan fasilitas untuk saling menyampaikan pesan dalam jumlah besar dengan informasi yang telah dienkripsi.

“Saat ini kami juga sedang menyiapkan proses penutupan aplikasi Telegram secara menyeluruh di Indonesia apabila Telegram tidak menyiapkan Standard Operating Procedure (SOP) penanganan konten-konten yang melanggar hukum dalam aplikasi mereka," kata Dirjen Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan dalam siaran pers, Jumat (14/7).

Semuel mengatakan aplikasi Telegram ini dapat membahayakan keamanan negara karena tidak menyediakan SOP dalam penanganan kasus terorisme.

Sebelas Domain Name System (DNS) milik Telegram yang diblokir yakni:  t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan flora-1.web.telegram.org.

"Dampak terhadap pemblokiran ini adalah tidak bisa diaksesnya layanan Telegram versi web," kata Semuel. Hingga saat ini, aplikasi Telegram masih dapat diakses lewat mobile

Kemkominfo, menurut Semuel, selalu berkoordinasi dengan lembaga-lembaga Negara dan aparat penegak hukum lainnya dalam menangani pemblokiran konten-konten yang melanggar peraturan perundangan-undangan Indonesia.

Telegram buatan Pavel Durov asal Rusia dikenal sebagai layanan pesan instan dengan tingkat keamanan yang tinggi. Saat ini pengguna aktif aplikasi Telegram sekitar 100 juta orang di seluruh dunia.

 

Komentar Berita