Kamis, 01 Jun 2017 - 21:50:00 WIB - Viewer : 5288

1000 advokat siap bela Hizbut Tahrir.

Advokat Palembang ikut bergabung

Ed : Feri Yuliansyah

AMPERA.CO, Palembang - 1000 advokat siap membela Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang mendapat perlakuan kurang adil karena dibubarkan pemerintah tanpa melalui proses hukum yang sesuai, termasuk juga advokat di palembang, sumsel yang menyatakan kesiapannya bergabung dalam Tim advokasi 1000 advokat siap bela HTI.

"sampai saat ini HTI belum dibubarkan oleh Pemerintah meski secara tidak langsung pemerintah telah mengumumkan ke publik secara sepihak tanpa melalui mekanisme hukum dan perundang - undangan yang berlaku di Indonesia." kata Pembina Advokat Al Islam NKRI (AAN) Sumsel, Cal Mangku Anom, SH saat silaturahmi dan buka puasa bersama Ketua DPD I HTI Sumsel Ustadz Mahmud Jamhur di Palembang Kamis (1/6).

Menurutnya, Saat ini bukan hanya HTI sebagai Ormas Islam yang akan diberangus oleh pemerintahan yang dzolim dengan berbagai tuduhan yang tidak mendasar.

Dia menegaskan kepada HTI untuk tidak takut dan ragu dalam melakukan kegiatan dakwah nya asalkan tidak melanggar norma hukum. Karena menurutnya, Advokat AAN siap melakukan pembelaan kepada HTI, Ulama, Habaib, Kiai dan Ormas Islam manapun tanpa dibayar.

"Karena pemerintah hingga saat ini belum melakukan upaya hukum terhadap HTI, apakah pemerintah akan melakukan upaya hukum, dan apakah HTI yang akan melakukan upaya hukum kepada pemerintah, pemerintah pun sudah kami tantang untuk melakukan dialog apakah HTI bertentangan dengan Pancasila atau tidak tapi hingga saat pemerintah belum membuka diri untuk berdialog dengan HTI,"tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua DPD I HTI Sumsel Mahmud Jamhur menambahkan, advokat di Palembang hari ini selain dalam rangka silaturahmi yang kedua, juga menegaskan komitmen advokat yang tergabung dalam AAN bahwa mereka siap membantu dan membela HTI dalam hal berhadapan dengan hukum yang sebelmnya sudah dilakukan di Jakarta.

 

"Kami juga menegaskan masyarakat bahwa kepada pemerintah HTI belum dibubarkan. Jadi HTI khususnya HTI Sumsel akan tetap berlangsung karena kegiatan tidak mengganggu ketertiban umum apalagi merusak. Kalaupun ada tindakan yang dilakukan pemerintah dalam hal ini TNI / Polri akan kami serahkan kepada tim advokasi kami,"pungkasnya.