Selasa, 23 Sep 2025 - 18:02:00 WIB - Viewer : 3320
70 Tahun CIMB Niaga, Inovasi Digital dan Lompatan menuju Ekonomi Hijau
AMPERA.CO, Palembang – Memasuki usia ke-70, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) semakin menegaskan komitmen mereka untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam memperjuangkan masa depan yang lebih hijau.
Dalam Inovasi Digital, CIMB Niaga telah mengusung konsep Digital Branch Sejak 2023 dan terus berkembang dan menjangkau berbagai kota besar di Pulau Jawa, Sumatera, Bali, hingga Sulawesi. Terbaru, CIMB Niaga meresmikan Digital Branch Solo-Slamet Riyadi 136, Jumat (12/9), yang mengusung konsep digital hybrid dengan mengintegrasikan layanan cabang konvensional dan digital dalam satu lokasi, Setelah pada medio Februari 2025 lalu, CIMB Niaga meresmikan Digital Branch pertamanya di Palembang, yang berlokasi di Jalan R. Sukamto, Kota Palembang.
Dengan menawarkan berbagai fasilitas digital unggulan, termasuk Self Service Banking dan Self Service Tablet, Digital Branch CIMB Niaga memungkinkan nasabahnya untuk melakukan transaksi seperti pembukaan rekening tabungan, penggantian kartu, serta pembaruan data nasabah/Customer Information File (CIF) dalam waktu 5 menit. Selain tentunya nasabah tetap dapat mengakses layanan Customer Service dan Teller bagi yang membutuhkan bantuan lebih lanjut.
“Transformasi ini bertujuan menghadirkan solusi keuangan yang tidak hanya memudahkan nasabah, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan purpose CIMB Niaga yaitu Advancing Customers and Society. Melalui Digital Branch, kami ingin memberikan pengalaman optimal dengan layanan yang efisien, inklusif, dan tetap personal,” ujar Andiko Manik, Head of Region Jawa Barat dan Jawa Tengah CIMB Niaga, pada grand opening Digital Branch CIMB Niaga di Surakarta (12/9/2025).
Andiko menjelaskan, Digitalisasi bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga bagaimana kami dapat menciptakan pengalaman perbankan yang lebih dekat dan relevan bagi nasabah.
“Dengan Digital Branch ini, kami tidak hanya menghadirkan layanan self-service, tetapi juga memastikan bahwa setiap interaksi dengan bank menjadi lebih bermakna, cepat, dan lancar,” ujar Andiko
Lompatan Menuju Ekonomi Hijau
Di usianya yang ke-70, CIMB Niaga menegaskan bahwa kontribusi mereka bukan hanya sekedar dalam bentuk inovasi digital, tapi juga dalam memperjuangkan masa depan yang lebih hijau. Meski masih menjadi tantangan besar, tapi CIMB Niaga telah berhasil mencatatkan lompatannya menuju ekonomi hijau dengan mendapatkan penghargaan dari bursa efek indonesia dalam ajang IDX Channel Anugerah ESG 2025 pada bulan juli 2025.
Penghargaan ini menjadi bukti dan bentuk apresiasi kepada CIMB Niaga atas atas komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip ESG di lini bisnisnya yakni prinsip keberlanjutan melalui aspek Lingkungan (Environmental), Sosial (Social), dan Tata Kelola (Governance).
"Kami percaya bahwa kesadaran terhadap risiko dan peluang jangka panjang dari perubahan iklim semakin meningkat, dan penting bagi kita semua untuk terus bergerak bersama menciptakan masa depan yang berkelanjutan," ujar Fransiska Oei, Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga saat menerima Anugerah Utama Sektor Jasa Keuangan untuk Implementasi Strategi ESG Berdampak dan Berkelanjutan (10/7/2025).
Menurut Fransiska, Penghargaan Anugrah ESG ini diharapkan mampu menjadi motivasi untuk terus mencapai target-target keberlanjutan CIMB Niaga, sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi hijau dan pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia pada 2060.
Untuk Target NZE, CIMB Niaga memang tidak berjalan sendiri. Sebagai bagian dari CIMB Group, bank ini ikut dalam inisiatif internasional seperti Net Zero Banking Alliance (NZBA) yang menargetkan operasional netral karbon pada 2030 dan portofolio net zero pada 2050. Secara khusus, Grup menetapkan phase-out pembiayaan batu bara pada 2040.
“CIMB Niaga telah menerapkan prinsip ESG ke dalam proses bisnis, operasional, dan strategi korporat melalui lima pilar keberlanjutan” ujar Fransiska.
Menurut Fransiska, CIMB Niaga menanamkan prinsip keberlanjutan dalam seluruh kegiatan bisnis, termasuk menghitung emisi GRK (Cakupan 1, 2 & 3), mengimplementasikan zero waste to landfill di beberapa kantor operasional, serta menggunakan energi terbarukan dan membeli kredit karbon melalui IDX Carbon.
“Per Maret 2025, sekitar 25 persen dari total portofolio CIMB Niaga atau senilai Rp56,6 triliun dialokasikan untuk pembiayaan sektor berkelanjutan seperti UMKM, KPR hijau, dan kendaraan Listrik, melalui Produk-produk yang ditawarkan antara lain Green Mortgage, Sustainability-Linked Loan, dan Kartini Loan," Jelasnya.
Direktur Compliance, Corporate Affairs dan Legal CIMB Niaga, Fransiska Oei saat menanam bambu di Desa Ube 1, Ngada, NTT. (Foto: dok.cimb)
Lebih jauh Fransiska mengatakan bahwa pada 2025, CIMB Niaga menargetkan berbagai capaian ESG strategis. Mulai dari penurunan emisi GRK Cakupan 1 dan 2 sebesar 45 persen dari baseline 2019, pelaksanaan Climate Risk Scenario Analysis, pengurangan pembiayaan ke sektor tambang batu bara termal dengan target penghentian pada 2040, peluncuran pembiayaan khusus untuk UMKM dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon, hingga aktivasi program edukasi dan public event melalui inisiatif The Cooler Earth.
Komitmen Lompatan CIMB Niaga dalam Menuju Ekonomi Hijau terlihat jelas dalam laporan keberlanjutan 2024. Portofolio pembiayaan berkelanjutan—yang dikategorikan dalam Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KKUB)—mencapai Rp59,12 triliun, atau sekitar 26 persen dari total pembiayaan.
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan indikator bahwa modal kerja bank mulai mengalir ke sektor yang sejalan dengan transisi hijau: energi terbarukan, efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan infrastruktur sosial.
Sejak 2020, peta jalan keberlanjutan CIMB Niaga dipercepat melalui Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) yang diperbarui untuk periode 2024–2028. Dokumen ini merinci target dekarbonisasi di sektor-sektor intensif karbon seperti semen, kelapa sawit, energi, dan minyak & gas.
Kebijakan batubara menjadi salah satu sorotan. CIMB Niaga menegaskan tidak lagi memberikan pembiayaan untuk proyek tambang baru maupun PLTU baru, dengan rencana menghapus seluruh eksposur batubara pada 2040. Dengan roadmap dekarbonisasi yang jelas, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan CIMB Niaga tetap berkelanjutan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan masyarakat.
CIMB Niaga berkomitmen mencapai net zero emisi GRK Scope 1 & 2 sebelum 2030, dan net zero penuh (termasuk Scope 3) pada 2050. Target ini konkret: pengurangan eksposur pembiayaan batubara hingga 50 persen dari baseline 2021, penurunan intensitas emisi di sektor semen 36 persen, sawit 16 persen, listrik 38 persen, properti 34 persen, serta minyak dan gas 16 persen. Tidak ada pembiayaan baru untuk tambang batubara sejak Desember 2021.
“Ini sejalan dengan komitmen CIMB Niaga menegakkan prinsip No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE)” ujar fransiska.
Fransiska mengakui bahwa penerapan ESG tidak lepas dari tantangan, mulai dari dinamika geopolitik, ketergantungan pada energi fosil, hingga belum meratanya pemahaman dan implementasi praktik keberlanjutan di berbagai level.
"Namun, tantangan ini juga menghadirkan peluang, terutama dalam pengembangan energi terbarukan dan model bisnis berkelanjutan. Kami percaya bahwa perusahaan yang mampu beradaptasi akan lebih siap menghadapi masa depan," Pungkasnya
Komitmen dan Perjalanan panjang CIMB Niaga ini adalah bukti bahwa bank bisa bertransformasi tanpa kehilangan fokus pada nasabah dengan menghadirkan inovasi digital, untuk menghadirkan inovasi layanan yang customer-centric namun tetap meletakan kontribusi terbesar bagi lingkungan yakni menjaga agar masa depan tetap hijau.



