Minggu, 16 Apr 2017 - 16:59:00 WIB - Viewer : 5036

Ada yang janggal dari kebakaran mobil di cawang dinihari tadi

Ed : Feri Yuliansyah

ISTIMEWA

AMPERA.CO, Jakarta - Terbakarnya satu unit mobil toyota avanza di Kawasan Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Minggu dini hari, 16 April 2017 disinyalir dilakukan oleh oknum-oknum yang sengaja ingin merusak ketentraman dan berniat mencelakakan jamaah Tabligh Akbar Isra` Miraj yang dilaksanakan tidak jauh dari lokasi.

Dugaan itu disampaikan Imam Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Habib Muhsin bin Zaid Alattas, di jakarta, minggu (16/4). 

Menurutnya, indikasi itu dapat terlihat dari barang bawaan mobil dan dua mobil lainnya, yang memuat beberapa jerigen penuh minyak tanah dan barang kaca pecah belah, seperti piring dan lainnya.

Dugaan FPI ini menguat karena berbagai keanehan sesaat ketika mobil pertama yang terbakar, berada di turunan yang mengarah ke kerumunan jamaah Tabligh Akbar.

Habib Muhsin menegaskan di sekitar lokasi mobil terbakar memang sedang diadakan Tabligh Akbar memperingati Isra Miraj yang diikuti ribuan jamaah dan anggota FPI.

"ketika mobil terbakar dan turun, beruntung mobil menabrak sepeda motor yang kemudian ikut terbakar, Sehingga tidak mengenai jamaah yang saat itu sedang berkumpul," terangnya

Namun menurutnya, akibat dari mobil terbakar yang turun tersebut beberapa sepeda motor jamaah yang diparkir di pinggir terkena api dan terbakar.

Ia juga mengungkapkan kecurigaan, ketika warga melihat ada empat orang keluar dari mobil pertama yang terbakar. Salah satu orang tersebut keluar dari depan tempat kursi sopir berada. 

"Anehnya kalau mereka ingin mencari pertolongan, harusnya berlari ke arah jamaah yang berkumpul. Tapi ini justru mereka berlari menghindari dan menjauhi jamaah yang sedang berkumpul," ujarnya.

Atas kejadian ini, FPI berharap polisi untuk mengusut tuntas apa sebenarnya di balik kebakaran mobil tersebut. Karena, ia mengungkapkan, cukup heran ketika insiden mobil terbakar tersebut tidak seorang pun anggota polisi yang berada di acara Tabigh Akbar.

Padahal, kata dia, acara yang rutin digelar tiap tahun ini, biasanya selalu dipenuhi pengamanan aparat. Bahkan ia menambahkan, pengamanan dari personil polisi ini lengkap seperti tahun lalu, hingga acara selesai dan jamaah bubar. "Setelah kejadian kebakaran ini, kita hubungi polisi. Tapi polisi datang tiga jam setelah mobil terbakar," ungkapnya.

Polisi terus mendalami

Di konfirmasi ditempat terpisat, Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Andry Wibowo mengatakan pihaknya hingga kini akan terus mendalami kasus terbakarnya mobil tersebut.

Lebih lanjut Andry mengatakan pihaknya tidak hanya memeriksa mobil yang terbakar, tetapi dua mobil lainnya yang saat itu berada di area yang sama.

“Apakah saling berkorelasi antara tiga mobil ini atau tidak,” jelasnya.

Saat ditanya apakah ini termasuk dalam teror, Dia belum mau memberikan berkomentar.

“Kami masih mendalami. Intelejen dan Reserse juga masih bekerja,” jelasnya.

Hingga kini sambung dia, pihaknya masih mencari tahu siapa pemilik mobil tersebut. Dan saat pihaknya melakukan pemeriksaan nomor polisi yang sudah hangus terbakar tersebut, ternyata plat nomor polisi yang ada di mobil tersebut tidak memakai nomor asli.

“Setelah kita melakukan scanning, dan kendaraan tersebut tidak menggunakan nomor polisi tidak menggunakan nomor polisi yang sesuai,” ungkapnya.