Kamis, 15 Okt 2015 - 11:24:00 WIB - Viewer : 5884

Asap, Ribuan warga Musirawas menderita ISPA

Pengobatan penderita ispa gratis (Foto: antarasumsel.com/15/Susilawati)

AMPERA.CO, Musirawas - Ribuan Warga di Propinsi Sumatera Selatan menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap tebal yang melanda disebagian besar wilayah di provinsi tersebut. 

Seperti halnya yang terjadi dikabupaten Musi Rawas, Sebanyak 2.400 orang warga di Kabupaten tersebut menderita ISPA setiap bulan akibat kabut asap tebal.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Musirawas, Tjahjo Kuntjoro, Rabu (14/10) menjelaskan, warga yang menderita ISPA itu sebagian besar masih merupakan rawat jalan, namun ada juga harus rawat inap rata-rata anak di bawah usia sepuluh tahun.

Ia menjelaskan, data itu berdasarkan hasil laporan dari Puskesmas yang tersebar pada 14 kecamatan di wilayah tersebut dan harus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Sementara, upaya menekan jumlah warga penderita ISPA itu, pihaknya sudah menyalurkan ribuan masker kepada masyarakat secara gratis dan jumlah itu terus ditambah sesuai permintaan.

"Kami mengimbau para orang tua agar ikut meningkatkan cegah tangkal Ispa, selain itu dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih dan selalu menggunakan masker ketika hendak keluar rumah," ujarnya.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit dan Lingkungan (P2L) Dinas Kesehatan Musirawas Iwan Joko mengatakan dalam dua bulan terakhir penderita ISPA di wilayah itu cukup tinggi.

Pada bulan Agustus 2015 sudah terdeteksi penderita ISPA di Kabupaten Musirawas mencapai 3.118 orang, faktor penyebab utama kabut asap pekat dampak dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah wilayah Sumsel.

Ia mengatakan, kondisi udara yang tidak sehat itu disebabkan oleh debu dan asap tebal, sehingga sangat rentan menyebabkan Ispa, bagi penderita Ispa yang akut bisa menyebabkan kematian terutama pada balita.

Dengan kian buruknya kualitas udara saat ini akibat kabut asap tebal, maka masyarakat diharapkan tidak melakukan aksi pembakaran lahan secara sporadis.

Jika kabut asap semakin parah tentunya tidak menutup kemungkinan akan menambah jumlah penderita Ispa dari sebelumnya, terutama masyarakat di pedesaan.

Selain itu antisipasi aktif masyarakat sangat penting untuk menjaga kesehatan anak-anak, apalagi penderita Ispa mayoritas menyerang balita dan bisa menyebabkan kematian dibandingkan kalangan dewasa.

Dengan demikian masyarakat diharapkan untuk berupaya dengan kesadaran sendiri mencegah terjadinya penyakit tersebut, tentunya memperhatikan pola hidup yang sehat.

"Gunakanlah fasilitas antisipasi dari pemerintah seperti masker saat keluar rumah dan bila tidak penting hindari keluar rumah khususnya kalangan anak-anak," ujarnya.

Feri Y

antarasumsel