Sabtu, 21 Okt 2023 - 13:21:00 WIB - Viewer : 2588

Bagaimana Teknologi Membantu Pelaksanaan Pembelajaran Berdiferensiasi?

Oleh : Drs. Kodri Madang, M.Si. Ph.D. dan Tim

Perkembangan teknologi yang sangat pesat dari hari ke hari seperti dua sisi mata uang yang mampu memberikan dampak negatif dan dampak positif. Teknologi dapat mambantu memudahkan kerja manusia tetapi juga jika digunakan oleh orang lain dengan tidak bijak, maka akan memberikan efek yang buruk. Misalnya, teknologi dapat membantu mempermudah proses pembelajaran yang berlangsung dikelas tetapi juga dapat digunakan untuk kejahatan di sisi yang lainnya. Salah satu penggunaan teknologi yang sangat bermanfaat dalam kegiatan pembelajaran, sangat dirasakan saat kita sedang memberlakukan physical distancing dan pembelajaran jarak jauh saat Pandemi Covid-19.

Saat itu, guru, siswa, dan orang tua dipaksa untuk lebih “melek” terhadap teknologi untuk tetap melaksanakan proses pembelajaran diantara semua keterbatasan yang ada. Akan tetapi proses pembelajaran jarak jauh dengan bergantung dengan teknologi dirasa sangat tidak efektif. Ketidak efekektifan proses pembelajaran ini mengakibatkan adanya Learning loss.

Kejadian Learning loss ini ditunjukkan dengan menurunkan pengetahuan dan keterampilan secara akademis yang dimiliki oleh siswa akibat tidak efektifnya proses pembelajaran yang berlangsung selama pembelajaran jarak jauh diberlakukan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan tindakan perfentif untuk mencegah kejadian Learning Loss yang samakin parah untuk siswa di Indonesia. Salah satunya adalah dengan memberlakukan Kurikulum Merdeka pada tahun 2022. Kurikulum Merdeka ini menjamin agar proses pembelajaran berlangsung lebih fleksibel untuk dilaksanakan dalam berbagai macam keadaan yang mungkin terjadi secara tidak terduga. Guru diarahkan untuk merancang pembelajaran agar lebih “memihak” kepada siswa dengan menyesuaikan pengalaman belajar dengan karakteristik unik yang dimiliki oleh masing-masing siswa dalam bentuk Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berdiferensiasi.

Dampaknya, guru harus menyediakan LKPD berdiferensiasi yang beraneka ragam sesuai dengan gaya belajar siswa. hal ini bukanlah perkara yang mudah, karena LKPD berdiferensiasi ini pun harus interaktif agar siswa mendapatkan feedback yang layak dari respon yang telah diberikan. Satu-satunya jalan yang dapat dilakukan untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut adalah dengan memanfaatkan teknologi dengan menggunakan aplikasi pendukung. Salah satu aplikasi pendukung yang dapat digunakan oleh guru untuk mengembangkan LKPD berdiferensiasi adalah aplikasi Liveworksheet.

Aplikasi Liveworksheet bukanlah aplikasi yang baru. Liveworksheet sampai saat ini telah dijadikan salah satu aplikasi favorit yang sering digunakan oleh guru agar lebih interaktif yang dapat ditambahkan dengan berbagai macam jenis aktivitas misalnya video, gambar, atau simbol-simbol menarik lainnya. Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki oleh aplikasi Liveworksheet ini, LKPD berdiferensiasi yang dikembangkankan diharapkan mampu mengakomodir berbagai macam media pendukung yang dapat digunakan oleh siswa dengan berbagai macam gaya belajar siswa. Jika siswa lebih condong memiliki gaya belajar visual, maka media yang cocok untuk diintergrasikan kedalam LKPD Liveworksheet adalah gambar-gambar yang menarik dan video ilustrasi sesuai dengan konsep yang sedang diajarkan.

Jika siswa lebih condong memiliki gaya belajar audio, media yang cocok untuk diitegrasikan kedalam LKPD Liveworksheet adalah video pembelajaran yang lebih didominasi oleh penjelasan maupun suara lainnya. Jika siswa memiliki gaya belajar kinestetik maka media yang cocok untuk diintegrasikan ke LKPD adalah petunjuk pelaksanaan aktivitas belajar siswa atau demo pelaksanaan aktivitas belajar siswa yang mengarahkan siswa untuk bergerak aktif.

Pentingnya pengaplikasian teknologi yang dalam hal ini aplikasi Liveworksheet untuk merancang LKPD berdiferensiasi untuk menyukseskan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) menarik Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unsri untuk mengadakan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat untuk Guru IPA di Kabupaten Musi Banyuasin. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15-16 September 2023 di SMP 6 Unggul Sekayu. Pada kesempatan ini dilaksanakan diskusi informatif dan bimbingan teknis untuk mengembangkan LKPD berdiferensiasi dan langsung mengimplementasikan LKPD berdiferensiasi yang telah dibuat kedalam aplikasi Liveworksheet.

Kegiatan ini dirasakan oleh guru sangat menarik karena merupakan sesuatu yang baru mereka pelajari. Selain itu, guru dengan leluasa untuk mengembangkan LKPD berdiferensiasi yang seuai dengan kebutuhan siswanya. Akan tetapi, beberapa hal yang membuat guru menjadi sangat sulit untuk mengembangkan LKPD berdiferensiasi yang berbasis Liveworksheet, yaitu aplikasi Liveworksheet merupakan ilmu baru yang perlu dipelajari lebih mendalam dan keberlanjutan dari penggunaan LKPD ini dimasa yang akan datang.

Hampir semua guru yang menjadi peserta kegiatan ini belum mengenal aplikasi Liveworksheet, hanya 13% guru yang pernah menggunakan aplikasi ini. guru-guru yang sudah familiar dengan aplikasi ini merupakan guru penggerak atau guru yang telah menjalani perkuliahan profesi. Sisanya, guru masih sangat asing dengan aplikasi Liveworksheet. Hal ini menjadikan pengenalan aplikasi Liveworksheet ini menjadi sesuatu yang sangat menarik tetapi juga menyusahkan. Karena keterbatasan pemahaman guru terhadap teknologi membuat narasumber tidak dapat dengan leluasa mengekplor aplikasi ini lebih dalam lagi.

Narasumber harus mulai dengan cara membuat akun, sinkronisasi dengan email pengunaa dan informasi-informasi dasar lainnya. Hal ini membuat kita sadar bahwa guru kita amat sangat minim dengan literasi teknologi. Mungkin guru sudah sering bersentuhan dengan berbagai bentuk teknologi pendukung kehidupan sosial, misalnya: facebook, Whats app, intagram atau media sosial lainnya. Akan tetapi untuk mengenal aplikasi pendukung pembelajaran, guru kita masih sangat awam dan jarang dioptimalkan. Fakta ini harusnya dapat membuka ide lembaga pelatihan peningkatan kompetensi guru untuk lebih sering melakanakan pelatihan-pelatihan kepada guru yang berkaitan dengan penggunaan berbagai macam teknologi untuk menunjang proses pembelajaran. Selain itu, motivasi guru juga dapat ditingkatkan dengan memberikan apresiasi kepada guru-guru yang telah secara konsisten menggunakan teknologi untuk menunjang proses pembelajaran.

Kedua, keberlanjutan dari penggunaan LKPD berdiferensiasi berbasis Liveworksheet ini dimasa yang akan datang. Kekhawatiran lainnya yang dirasakan oleh guru untuk mengimplementasikan LKPD ini dimasa yang akan datang berkaitan dengan keterbatasan akses dimasing-masing daerah. Pengoptimalan penggunaan aplikasi Liveworksheet ini agar dapat lebih interaktif harus dikoneksikan dengan akses internet. Peserta yang mengikuti kegiatan ini tidak hanya berasal dari Kota Sekayu tetapi juga berasal dari daerah lainnya di Kabupaten Musi Banyuasin yang masih memiliki keterbatasan akses internet. Wacana yang muncul setelah guru berhasil mengembangkan LKPD berdiferensiasi dengan menggunakan aplikasi Liveworksheet ini adalah “bagaimana mengimplementasikan LKPD yang telah dibuat ke dalam proses pembelajaran di sekolah jika akses internet sangat terbatas atau tidak mendukung?”. Pada akhirnya semua keresahan ini dapat dijawab dan diatasi dengan meningkatkan sarana pendukung pembelajaran di sekolah.

Pengaplikasian teknologi dikelas sudah tidak dapat di hindari lagi. Semua siswa dan guru harus “melek” akan teknologi yang menunjang proses pembelajaran. Selain dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran dapat dijadikan salah satu contoh dari dampak positif penggunaan teknologi yang lebih bijak bagi siswa-siswa kita.

Harapannya, ketertarikan anak-anak usia sekolah yang ada di Indonesia terhadap teknologi dapat dialihkan untuk mendukung proses belajar bukan untuk menghabiskan waktu dengan bermain atau bahkan kecanduan game.

* Penulis adalah Dosen Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Sriwijaya

Artikel ini merupakan luaran Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang mendapatkan Hibah PNBP Universitas Sriwijaya Tahun 2023.