Senin, 22 Apr 2019 - 03:25:00 WIB - Viewer : 3060

BPN Minta Pengenaan Pidana Bagi Petugas Salah Input Data. KPU: Human Error Tidak Bisa dipidana

Redaksi Ampera.Co

AMPERA.CO, Jakarta - Koordinator Relawan Rumah Aspirasi Prabowo-Sandiaga, Lieus Sungkharisma menyoroti terkait kurang tegasnya sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) terhadap kesalahan entry data suara dari C1 Pilpres 2019 ke dalam Sistem Hitung (Situng) KPU. 

“Petugas yang salah memasukkan data mesti diproses etik dan pidana. Pasalnya, kejadian tersebut membuat rakyat ragu terhadap kredibilitas KPU sebagai penyelenggara pemilu.” kata Lieus saat diskusi Gerakan Nasional Selamatkan Demokrasi di SCBD Jakarta, Minggu, 21 April 2019. 

Lieus menyarankan agar bisa memberikan efek jera, petugas yang salah memasukkan data harusnya bisa dikenakan sanksi pidana. 

"Itu harus segera didenda dan dipidana biar kapok. Ini bukan main-main, kelihatannya sederhana," katanya. 

Namun, Lieus malah mempertanyakan pernyataan dari pimpinan KPU bahwa kesalahan entry data merupakan kesalahan manusia itu sendiri. 

"Yang lebih aneh lagi, KPU menghitung, lalu salah. Cuma bilang human error. Kok, enak sekali," ujarnya. 

Terpisah, menanggapi permintaan tim prabowo sandi agar petugas KPU yang salah memasukkan data suara disanksi pidana dan denda, Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan akan mengecek terlebih dahulu apakah ada unsur kesengajaan atau tidak petugas tersebut.

"Kita cek dulu, kan (mungkin) ada yang sengaja ada yang (tidak). Saya tidak bisa menyimpulkan ini apakah terjadi kesengajaan atau human error atau bagaimana,” kata Arief di Kantor KPU RI, Minggu (21/4/2019).

Namun, berdasar pengalaman pemilu sebelumnya, Arief menyebut adanya kesalahan input data adalah murni human error  bukan kesengajaan sehingga tidak dipidana.

"Melihat case sebelumya, dari pemilu ke pemilu, kita punya sistem ini dan kesalahan input itu murni karena faktor human error, sangat manusiawi lah karena kerjaan mereka 24 jam,” ujarnya.

Arief mencontohkan, apabila pekerjaan lain bisa protes saat kerja di luar batas, hal itu tidak berlaku bagi KPPS.

"Anda (wartawan) saja kalau suruh nunggu saya rapat pleno, seakan-akan gemes gitu kan, protes. Sementara mereka (KPPS) itu enggak bisa protes, kerjakan terus saya bilang," ujarnya

Selain itu, KPU menegaskan kesalahan input tidak terjadi hanya pada satu peserta saja. Kekeliruan bisa terjadi pada peserta manapun.

"Kesalahan bisa terjadi di peserta siapa pun, jadi tidak benar bila kesalahan sengaja hanya terjadi di salah satu peserta,” tandasnya.

Editor : Feri Yuliansyah

Komentar Berita