Senin, 15 Feb 2021 - 23:34:00 WIB - Viewer : 544

Fitri : Bongkar Bangunan yang Menutup Saluran

Ed : Fery

AMPERA.CO, Palembang - Padatnya pemukiman warga serta kecilnya saluran air di kawasan, Jalan Srijaya Negara, Lorong Siguntang dan Lorong Sepakat, RT 31, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, menjadi salah satu penyebab seringnya terjadi genangan air di wilayah tersebut.

Oleh karena itu, Wakil Walikota Fitrianti Agustinda berjanji akan membongkar bangunan yang menutup saluran.

Hal tesebut diketahui ketika, Fitri melakukan penelusuran langsung bersama pihak PUPR kota Palembang untuk memastikan langsung kondisi lokasi.

Tidak tanggung-tanggung, tingginya genangan air hingga lutut orang dewasa ini juga kerap menjadi keluhan warga sekitar dikala derasnya curah hujan serta kondisi pasangnya air sungai musi.

"Hari ini kita kembali melihat salah satu titik banjir di kota Palembang. Setelah kita masuk dan kita telusuri kawasan ini memang sudah ramai dengan pemukiman dan salurannya mengecil," kata Fitri, Senin (15/2/2021).

Guna mengantisipasi genangan air terjadi kembali, Fitri mengharapakan dukungan kepada pihak Kecamatan serta tokoh masyarakat untuk meminta kesepakatan dari seluruh warga guna dilakukannya pelebaran saluran air.

"Karena, kalau memang ingin mengentaskan masalah banjir, saluran ini harus di perbesar dan diperdalam supaya aliran airnya lancar. Nanti akan ada rapat warga, kalau seandainya ada teras atau bagian rumahnya yang terpaksa kita bongkar," ujarnya.

"Jadi ini nanti ingin dipastikan dulu dukungan warga melalui rapat yang akan di adakan oleh pak RT nya nanti, sehingga nanti kalau pihak PUPR sudah bekerja tidak ada lagi komplain dari warga dan mereka tau ada pelebaran saluran," katanya.

Fitri juga mengungkapkan, bahwa kecilnya saluran air merupakan permasalahan yang sering kali ditemuinya di kawasan padat pemukiman.

"Kalau masalah banjir di pemukiman itu hampir rata-rata semuanya seperti itu. Mari kita gotong royong, karena kalau kawasan pemukiman tidak terlepas dari lahan warga sendiri," ujarnya.

Dirinya juga menegaskan kepada seluruh warga kota Palembang untuk dapat terus memperhatikan kawasan masing-masing serta untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

"Jangan hanya menunggu dari Pemerintah. Kami juga berharap kepada warga untuk tidak menutup saluran, jika ada bangunan di kawasan pemukiman atau rumah yang menutup saluran untuk air, maka terpaksa nanti akan kita bongkar," tegasnya.

Sementara itu, Habso (49) yang merupakan salah satu warga yang tinggal di pemukiman tersebut mengatakan, ia rela untuk dilakukan pelebaran saluran air yang mengharuskan untuk menggambil sebagian lahannya.

"Selagi untuk kenyamanan bersama, tidak masalah," pungkasnya.

    TAGS   :

Komentar Berita