Kamis, 07 Jan 2016 - 22:59:00 WIB - Viewer : 9344

Harga BBM terbaru Masih Mahal

Feri Yuliansyah, ST, MT

AMPERA.CO - Pemerintah telah menetapkan harga terbaru untuk BBM jenis premium dan solar. Untuk wilayah sumatera, dari semula Rp 7.300 per liter untuk premium menjadi Rp 6.950, dan solar dari Rp 6.700 perliter menjadi Rp 5.650.

Penurunan harga juga diikuti oleh Bensin jenis Pertalite (Research Octane Number/RON 90) yang turun Rp 250 per liter. dan juga bensin jenis pertamax (RON 92) yang turun Rp 200 per liter.

Harga eceran diatas sudah termasuk Pajak Petambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen yang masuk ke pemerintah pusat dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor  (PBBKB) sebesar 5 persen yang merupakan pajak daerah (pemerintah provinsi).

Jika unsur pajak dikeluarkan, maka harga premium di Palembang adalah Rp 6.045. Itulah harga yang di dalamnya sudah tidak lagi ada subsidi.

Coba kita bandingkan dengan harga BBM di Negara tetangga kita, Malaysia, walaupun memang sangat sulit untuk dibandingkan karena tidak “apple to apple”, karena di negara tetangga, BBM kelas RON 88 (setara Premium), RON 90 (Setara Pertalite), dan RON 92 (setara Pertamax) saja sudah tidak lagi dipakai. Kualitas BBM terendah yang dikonsumsi di Malaysia ialah RON 95 (setara Pertamax Plus).

Pemerintah Malaysia telah menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berlaku mulai 1 Januari 2016. Semua jenis BBM turun dibandingkan dengan Desember 2015. Harga solar (diesel dengan kadar sulfur 0,25%)  turun 15,8 persen. [Perlu dicatat, kadar sulfur dalam solar di Indonesia 0,35%.] Harga RON 95 turun sebesar 5,1 persen.

 

Pemerintah Malaysia tidak mengenakan pajak atas RON 95. Jika ditambah pajak sebagaimana berlaku di Indonesia, harga RON 95 plus pajak di Malaysia adalah Rp 5.973 X 1.15 = Rp 6869 per liter. Lebih Murah sekitar Rp 81 dari harga premium di Indonesia. Pada BBM yang dijual beda oktannya super jauh, yaitu sebesar 7, yang setara dengan pertamax plus. Coba bandingkan dengan harga pertamax plus di Indonesia? Pasti sangat jauh beda harganya.

Jadi, kalau kita bandingkan dengan Malaysia yang satu rumpun dengan Indonesia, harusnya konsumen di Indonesia memperoleh bensin yang jauh lebih berkualitas, yaitu Pertamax Plus.

Dengan kondisi ini, kemana masyarakat kita harus mengadu?

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :

  • isu-bbm