Kamis, 31 Des 2015 - 16:35:00 WIB - Viewer : 6340

Harusnya Harga Premium di bawah Rp 6.000 per liter

Analisis : Feri Yuliansyah*

AMPERA.CO - Pemerintah mengumumkan penurunan harga jual dua jenis BBM, yaitu premium dan solar yang akan berlaku mulai tanggal 5 Januari 2016. Premium, dari sebelumnya Rp. 7.300 menjadi Rp. 7.150, sementara Solar dari Rp.6.700 menjadi 5.950. Harga kedua jenis BBM tersebut berasal dari harga keekonomian menurut perhitungan Pertamina ditambah pungutan untuk Dana Ketahanan Energi sebesar Rp.200/liter untuk Premium dan Rp.300/liter untuk Solar.

Harga keekonomian Premium Rp. 6.950, dan Rp 5.650 untuk Solar.

Yang menjadi pertanyaan, apa dasar perhitungan harga keekonomian dan bagaimana cara menghitungnya?

Rumusan perhitungan harga keekonomian menjadi krusial dan penting mengingat BBM jenis Premium dan Solar menguasai hajat hidup masyarakat Indonesia dan tidak lagi mendapatkan subsidi dari pemerintah. Terlepas dari polemik dan pro kontra liberalisasi harga BBM oleh pemerintah.

Ini penting, karena bisa jadi selama ini, kita telah membeli BBM diatas harga pasar.

Mengacu Peraturan Menteri ESDM No. 4 Tahun 2015 yang telah ditetapkan pada tanggal 16 januari 2015, yang menjadi dasar Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, Harga Jual Eceran BBM per liter adalah Harga Dasar + Biaya Distribusi sebesar 2% + Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10% + Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 10%.

Harga dasar BBM Siap pakai yang menjadi acuan di beberapa negara termasuk di Indonesia adalah MOPS (Mean of Platts Singapore), karena di dalam MOPS sudah terkandung acuan biaya keseluruhan BBM siap pakai termasuk harga minyak mentah dan biaya pengolahannya beserta nilai keuntungan pengolahan. Harga MOPS biasa dijadikan acuan beberapa negara di dunia untuk melindungi konsumen dinegaranya masing masing untuk mendapatkan harga minyak siap pakai yang wajar.

 

Harga BBM Jenis Solar berdasarkan Harga MOPS yaitu US$ 47 per barrel, dimana jumlah 1 barrel adalah 159 liter, dan nilai tukar acuan US$ = Rp. 14.000, maka akan didapatkan harga dasar Solar sebagai berikut :

Harga Dasar = (Harga Indeks Pasar MOPS / jumlah volume barrel dalam liter) x nilai tukar rupiah = ($47/159 liter) x Rp. 14.000 = Rp. 4.138/liter

Harga Keekonomian BBM jenis Solar per liter adalah Rp 4.138 + Rp 83 + Rp 414 + Rp 414 = Rp  5.049/liter.

Untuk Harga MOPS BBM jenis premium (RON 88), kita mengacu ke harga indeks mogas 92 (RON 92), sekelas pertamax.

 

Harga BBM Jenis Premium berdasarkan Harga MOPS yaitu US$ 53 per barrel,

Harga Keekonomian BBM jenis Premium per liter adalah Rp 4.667 + Rp 93 + Rp 467 + Rp 467 = Rp  5.693/liter.

Lalu menjadi pertanyaan, bagaimana cara pemerintah menetapkan harga keekonomian Premium Rp. 6.950, dan Rp 5.650 harga keekonomian Solar?

Penulis adalah pengamat bidang energi & Lingkungan

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :

  • isu-bbm