Minggu, 04 Apr 2021 - 23:23:00 WIB - Viewer : 236

Herman Deru : Produksi Padi di Sumsel Tinggi

Redaksi AMPERA.CO

 

AMPERA.CO, Palembang - Kedatangan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo ke acara panen raya di Kabupaten OKU Timur Sumsel, disambut baik oleh Gubernur Sumsel Herman Deru.

Orang nomor satu di Sumsel tersebut mengapresiasi Mentan, dalam memberikan semangat kepada petani.

Serta memajukan pertanian dan solusi nyata tentang serap gabah, saat musim panen raya sehingga harga stabil.

Dia memaparkan, produksi padi di Sumsel tahun 2020 mencapai 2,74 juta ton GKG atau setara 1,57 juta ton beras dan terjadi surplus 622.306 ton beras.

Untuk potensi panen Januari-April 2021 Sumsel, seluas 405.404 hektare dan luas panen bulan April ini mencapai 84.216 hektare. 

“Harga gabah atau beras memang fluktuatif meskipun ada HPP. Produksi padi kita tingkatkan dan hasilnya produksi padi di Sumsel tinggi,” ungkapnya.

Untuk menjamin harga gabah saat musim panen raya, lanjut Gubernur Sumsel, Pemprov Sumsel menyambut baik dan mengawal kebijakan Mentan Syahrul.

Terlebih agar Bulog membuka selebar-lebarnya gudang, untuk menyerap gabah petani dengan harga sesuai HPP.

Ditambahkan Bupati OKU Timur Lanosin Hamzah, daerah yang dipimpinnya merupakan sentra produksi padi nasional dengan produktivitasnya tertinggi di Sumsel.

Pada tahun 2020 kemarin, dengan produktivitasnya 6,36 ton per hektare diperoleh produksi padi 633.628 ton gabah kering giling.

Atau jumlahnya setara 403.938 ton beras dan tahun 2020 terjadi surplus beras sebesar 341.603 ton.

“Sementara luas panen Januari-April 2021 ini mencapai 70.649 hektare,” ucapnya.

Menurut Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi, panen raya padi ini merupakan hasil budidaya indek pertanaman (IP) 200 atau tanam dua kali setahun.

Di tahun 2021, Kementan bersama pemerintah daerah mulai menerapkan budidaya padi IP 300 guna meningkatkan produksi beras.

“Sesuai arahan Menteri, Kementan harus terus tingkatkan produktivitas, stok beras dan menjamin harga. Karena itu, usai panen raya ini dilanjutkan kegiatan penanaman padi musim tanam II. Kementan menyediakan bantuan benih, alat mesin pertanian, pupuk, pestisida serta fasilitas dana KUR sehingga petani bisa mandiri, tidak alami kendala dan produksi padi tercapai,” katanya.

Suwandi mengaku, gerakan serap gabah mulai dilakukan Kementan sejak bulan Maret 2021. Sehingga kontraksi harga gabah dan beras pada musim panen raya sudah diminimalisir sejak awal.

Suwandi juga optimis, serap gabah di Sumsel khususnya Kabupaten OKU Timur berjalan lancar.

Karena menurutnya, di Kabupaten OKU Timur sendiri terdapat 3 penggilingan padi atau Kostraling yang bermitra dengan Bulog.

“Kapasitas gilingnya mencapai 7 hingga 8 ton perjam. Kostraling ini sesuai arahan Menteri Pertanian SYL menjadi Bulog kecil sehingga stok beras pada panen raya padi ini benar-benar terjaga dan harga gabah/beras petani menguntungkan. Kostraling didukung permodalan KUR dari perbankan,” ujarnya

Komentar Berita