Sabtu, 16 Okt 2021 - 18:52:00 WIB - Viewer : 1776

Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Unsri Gelar Seminar Redesain Pembelajaran IPA

Redaksi AMPERA.CO

AMPERA.CO, Palembang - Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya menggelar Seminar Nasional Pendidikan IPA 2021 dengan tema “Redesain Pembelajaran IPA yang Adaptif di Masa Pandemi Covid-19” pada hari Sabtu, 16 Oktober 2021 di Kampus Pascasarjana FKIP Universitas Sriwijaya, Bukit Besar, Palembang Sumatera Selatan .

Kegiatan ini juga dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting dan dihadiri oleh Keynote Speaker serta invited Speaker dari berbagai Universitas. Keynote Speaker antara lain Prof. Dr. Erman, M.Pd. (Universitas Negeri Surabaya), Prof. Dr. Paidi, M.Si. (Universitas Negeri Yogyakarta – Konsorsium Pendidikan Biologi Indonesia), Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. (Universitas Negeri Semarang - Sekretaris Jenderal Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia), dan Dr. Hartono, M.A. (Dekan FKIP Universitas Sriwijaya). Selain itu pada sesi paralel dihadiri secara daring oleh invited speaker yaitu Prof. Dr. Suratno, M.Si. (Universitas Jember), Dr. Suroso Mukti Leksono, M.Si. (Universitas Ageng Tirtayasa), Dr. Rahmi Susanti, M.Si. (Universitas Sriwijaya), Dr. Ratu Betta Rudibyani, M.Si. (Universitas Lampung), Dr. Rer. Nat. Sri Mulyani, M.Si. (Universitas Sebelas Maret), Dr. Effendi, M.Si. (Universitas Sriwijaya), Dr. Mustikawati, M.Sc. (Universitas Lambung Mangkurat), Dr. Sahrul Saehana, M.Si. (Universitas Tadulako), dan Dr. Ismet, M.Si. (Universitas Sriwijaya).

Dr. Muhammad Yusup, M.Si. selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa seminar nasional ini diikuti oleh 73 pemakalah dan 363 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, guru, dan peserta umum dari 14 universitas dan 5 sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pada sambutannya, Dr. Ketang Wiyono, M.Pd. selaku Ketua Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Unsri menyampaikan bahwa seminar nasional ini merupakan ajang untuk mempublikasikan karya-karya baik dosen dan mahasiswa terutama mahasiswa dan dosen di lingkungan FKIP Unsri. Artikel yag disajikan pada sesi paralel akan diterbitkan pada prosiding online ber-ISBN dan artikel yang terpilih berkesempatan untuk publikasi di jurnal terakreditasi Scopus dan Sinta.

Kegiatan seminar nasional ini dibuka langsung oleh Dr. Hartono, M.A. selaku Dekan FKIP Universitas Sriwijaya.  Pada kesempatan ini, Dekan FKIP Unsri menyampaikan bahwa Pandemi Covid-19 menyebabkan pembelajaran berubah dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring. Walaupun pembelajaran online ini memiliki hambatan tetapi guru dan dosen tetap harus menyesuaikan perubahan-perubahan tersebut dengan meningkatkan keterampilan dan terus mengupgrade diri.

Pada kegiatan ini, Prof. Dr. Erman, M.Pd. menyampaikan bahwa pembelajaran IPA masa kini dan masa depan sudah seharusnya menjadi pembelajaran yang adaptif dan efektif. Pembelajaran yang adaptif yang dapat berlangsung di berbagai situasi atau lingkungan belajar baik secara luring ataupun daring. Selain itu diharapkan juga pembelajaran yang efektif yang dapat mencapai tujuan atau kompetensi dan dapat membuat peserta didik belajar.

Prof. Dr. Paidi, M.Si. juga menyampaikan bahwa pot pembelajaran IPA secara daring telah terlaksana namun kualitasnya masih belum dapat dikatakan baik dan masih kurang keadaptifnnya serta keefektifannya. Penggunaan teknologi informasi tidak dapat sepenuhnya mengganti proses tatap muka. Jika mencapai pada masanya yaitu Era Pasca Pandemi memiliki unsur-unsur pembangun pembelajaran IPA yang efektif seperti berorientasi pada kemampuan abad 21, penggunaan tema-tema interdisipliner, adanya scientific process, media dan bahan belajar berbasis AR/VR dan serupa, aktivitas belajar daring, objek dan persoalan nyata dan aktifitas belajar luring atau klasikal.

Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa  mahasiswa sudah seharusnya  memiliki kemandirian dalam belajar. Mahasiswa diharapkan menghasilkan karya publikasi dan mengembangkan jiwa science entrepreneurship. Pendidik juga jika memiliki inovasi dalam pembelajaran dapat dijadikan research untuk pada akhirnya dipublikasikan.

Dr. Hartono, M.A. menyampaikan bahwa terdapat faktor internal dan factor eksternal yang mempengaruhi peserta didik dalam pembelajaran daring. Faktor internal antara lain, peserta didik diukur kejujurannya, suasana hati peserta didik sehingga bahagia mengikuti pembelajaran daring. Faktor eksternal terdiri atas indicator social terkait kerjasama dan toleransi. Selain itu lingkungan seperti suasana, fasilitas. Persepsi siswa SMA terhadap Mata Pelajaran Kimia, Fisika, dan Biologi menunjukkan pembelajaran secara daring belum efektif karena terdapat hambatan-hambatan terlaksananya pembelajaran daring seperti kendala sinyal dan peserta didik yang tinggal di tempat pelosok yang kesulitan mendapatkan akses sinyal internet.

Simak Video Terkait di Bawah Ini :


    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :

  • pendidikan

Komentar Berita