Kamis, 18 Jun 2015 - 16:51:00 WIB - Viewer : 5632

Kekerasan Anak Dipalembang Diklaim Menurun

AT. Putra

Foto:AT. Putra
Ketua KPAID Palembang Adi Sangaji

AMPERA.CO, Palembang - Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Palembang, laporan pengaduan kekerasan terhadap anak dari tahun 2012 sampai akhir Mei 2015 grafiknya menurun.

Ketua KPAID Palembang Adi Sangaji mengatakan, kekerasan terhadap anak dibedakan dalam beberapa jenis kasus seperti, anak pelaku melawan hukum (APMH), kekerasan sex, kekerasan fisik, kekerasan psikis, hak kuasa asuh, penelantaran anak, perlindungan anak dan perdagngan anak.

"Tahun 2012, jumlah total kasus terhadap anak adalah 330 kasus. Tahun 2013 adalah 283 kasus, untuk Tahun 2014 berkurang menjadi 170 kasus. Sementara untuk sampai Mei 2015 baru terjadi 27 kasus,"ungkapnya, Kamis (18/6).

Adi menyebutkan, kekerasan anak yang paling sering dilakukan adalah, kekerasan sex. Dengan rincian 6-7 kasus setiap bulannya. Angka itu, sudah ada sejak 2010 lalu.

"Kekerasan sex masih mendominasi. Rata-rata 5,6-7 kasus setiap bulannya. Kalau terkait kasus Alm Angeline di Bali, kasus Palembang bisa dikatakan lebih parah, yakni pembunuhan satu keluarga dikawasan 14 Ilir, termasuk ada anak kecil dalam kasus pembunuhan itu. Sekarang kami, tengah menunggu hukuman mati terhadap terdakwa pemunahan,"katanya.

Menurut Adi, terjadinya penurunan kekerasan terhadap anak itu karena orang tua asuh, kandung dan lainnya, sudah sadar bahwa jeratan hukum yang mengancam terhadap pelaku kekerasan anak sangat mengerikan.

"Rata-rata hukuman seumur hidup dan hukuman mati. Itu membuat banyak orang sadar,"katanya.

Adi berharap, kedepan kekerasan terhadap anak bisa selalu menurun. Bahkan, jangan sampai lagi terjadi di Indonesia. Khususnya, di Kot Palembang.

"Jangan lagi terjadi, kasian sama anak. Parahnya ada seorang ibu yang tega menjual anaknya, itu sangat tidak dibenarkan,"tutupnya.

BerlianPratama

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :

  • kdrt