Sabtu, 01 Mei 2021 - 21:32:00 WIB - Viewer : 348

KPP Palembang Janji Perbaiki Pelayanan

Rep : Alam

Ampera.co
WP Feri Y bertemu dengan petugas KPP Pratama Palembang Ilir Timur, Jumat (30/4/2021)

AMPERA.CO, Palembang - Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Pratama Palembang Ilir Timur, berjanji akan mengevaluasi dan memperbaiki sistem pelayanan dalam pengurusan administrasi pajak terhadap Wajib Pajak (WP).

Hal itu dilakukan KPP Palembang Ilir Timur menyusul adanya keluhan WP beberapa hari lalu, yang viral di berbagai media online di Palembang.

"Kami sebagai pelayan masyarakat sangat berterima kasih adanya masukan dan kritik dari WP. Kami dari KPP Palembang Ilir Timur berjanji akan mengevaluasi dan memperbaiki cara pelayanan kami," kata, Kepala KPP Pratama Palembang Ilir Timur, Akhmad Yani, Jumat (1/5/2021).

Yani mengaku, upaya perbaikan di sisi pelayanan telah dilakukan KPP Pratama Palembang Ilir Timur, dengan cara bertemu langsung dengan WP dimaksud, dan telah menjelaskan alur kerja di bagian pelayanan pajak.

"Kami atas nama KKP Pratama Palembang memohon maaf atas ketidaknyamanan WP. Alhamdulillah WP atas nama bapak Feri sudah memahami dan menerima penjelasan yang kami disampaikan," katanya.

Ia menambahkan, masukan dan kritik ini menjadi sumbangsih yang berharga bagi peningkatan pelayanan pajak kedepannya.

"Insya Allah masukan tersebut dapat menjadi masukan berharga bagi kami," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pelayanan di KPP Pratama Palembang Ilir Timur, dinilai sangat mengecewakan dan mempersulit WP dalam mengurus administrasi perpajakan.

Hal itu dirasakan oleh WP atas nama, Feri Yuliansyah, ia harus bolak balik hingga 4 kali ke kantor pajak, hanya untuk mengurus kelengkapan dokumen untuk penerbitan e-faktur perusahaannya.

"Tiap kali menghadap, orangnya berganti-ganti, dan saling berbeda pendapat, sehingga kami harus bolak-balik terus, karena dokumen kami dianggap selalu kurang lengkap," kata Feri.

Dijelaskannya awal kekecewaannya muncul, karena persepsi antar petugas yang berbeda-beda dan saling tidak sinkron

"Jika kemarin di petugas A kurang ini, ketika dilengkapi besoknya di petugas B, dibilangnya yang salah lain lagi.
Sehingga harus kembali lagi esoknya lagi ke kantor pajak, dan itu terjadi berulang-ulang," ujarnya.

Menurutnya, sikap petugas pajak yang cenderung lebih menyulitkan tersebut membuat dirinya menjadi serba salah.

"Udah diperbaiki, Besok lusanya, ada aja nanti yang dianggap kurang lengkap," katanya.

Menurutnya, sikap petugas yang cenderung mempersulit dan tidak solutif atas keluhan WP merupakan sikap yang sangat jauh dari seorang pelayanan publik.

"Sikap petugas yang merasa superior dan benar sendiri sehingga membuat WP harus bersedia bolak-balik ke kantor pajak, harusnya menjadi skap yang harus dijauhi seorang petugas pelayanan yang notabene sebagai abdi negara, sikap merasa hebat sendiri tersebut sebaiknya harus diperbaiki dan dihindari dari seorang petugas pelayanan di kantor pajak, agar lebih bersahabat dan lebih solutif atas permasalahan yang dihadapi WP," pungkasnya.

 

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :

Komentar Berita