Senin, 07 Nov 2022 - 17:58:00 WIB - Viewer : 4164

Memantapkan Pemahaman Geometri Guru melalui Pengabdian kepada Masyarakat

Oleh: Azka Afifah

AMPERA.CO - Dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sriwijaya melakukan kegiatan pengabdian di Pagaralam, Sabtu, 27 Agustus 2022. Kegiatan dimulai pukul 09.00 - 12.00 WIB dan dibuka oleh dekan FKIP Universitas Sriwinaya dan Kepala Dinas Pagar Alam. Judul kegiatan pengabdian ini adalah Pendampingan Pemantapan Materi Geometri bagi Guru Matematika di kota Pagar Alam untuk Meningkatkan Prestasi Peserta Didik.

Kegiatan dilakukan secara daring melalui zoom meeting dan luring di SMPN 1 Pagar Alam. Narasumber dari kegiatan pengabdian ini adalah Dra. Indaryanti, M.Pd., Dr. Darmowijoyo, Zuli Nuraeni, M.Pd., Novika Sukmaningthias, M.Pd., dan Dr. Yusuf Hartono. Kegiatan pengabdian ini juga melibatkan mahasiswa Progam Magister dan Sarjana yaitu Azka `Afifah, S.Pd, Dinda Syabillah, Fitri Rahmadhani, Gresilia Situmorang, dan May Olivia. Kegiatan pengabdian ini juga terintegrasi dengan Magang Kependidikan. Adapun peserta dari kegiatan ini adalah guru-guru matematika baik dari sekolah negeri maupun swasta di Pagar Alam, yaitu SMPN 2 Pagar Alam, SMPN 3 Pagar Alam, SMPN 5 Pagar Alam, SMPN 6 Pagar Alam, SMP Muhammadiyah, dan SMP IT Ar-Raihan.

Materi yang disajikan adalah bangun datar khususnya segitiga. Di awal kegiatan, narasumber bertanya kepada para peserta apa definisi dari segitiga. Para peserta secara antusias menjawab bahwa segitiga terbentuk oleh tiga titik yang membentuk tiga segmen garis dan menggambarkan segitiga di papan tulis. Selanjutnya, narasumber memberi dua gambar dan meminta peserta memilih mana yang merupakan segitiga. Peserta pun menjawab, hanya salah satu gambar yang merupakan bangun segitiga dan satunya lagi adalah bidang segitiga.

Kegiatan dilanjutkan dengan menggiring peserta untuk menemukan syarat terbentuknya bangun segitiga menggunakan percobaan dengan berbantuan lidi. Dari percobaan ini, peserta dapat menyimpulkan bahwa untuk membentuk segitiga, panjang sisi terpanjang dari suatu segitiga harus kurang dari jumlah sisi lainnya. Di tengah-tengah kegiatan, narasumber bertanya apa yang menjadi kesulitan dalam mengajarkan geometri. Para peserta menjawab, siswa di sekolah hanya sedikit yang memiliki alat tulis yang mendukung pembelajaran geometri seperti jangka dan busur karena jauhnya toko-toko alat tulis dari rumah para siswa.

Selanjutnya, para peserta diarahkan untuk membuka website www.mathspad.co.uk/i2/construct.php. Website ini dapat digunakan sebagai solusi dari permasalahan yang dialami siswa. Peserta juga sangat antusias dalam bereksplorasi  membuat garis tinggi dan garis bagi pada segitiga di website tersebut. Di akhir kegiatan, para peserta mengumpulkan hasil ekplorasi website tersebut di canvas instructure.