Senin, 27 Apr 2015 - 03:53:08 WIB - Viewer : 8184

Pengumuman UN, Siswa Dilarang Konvoi dan Pesta

ilustrasi aksi corat-coret selepas pengumuman hasil UN

AMPERA.CO, Palembang - Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Palembang menghimbau kepada siswa tidak melakukan hal-hal yang berbau negatif ketika pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) keluar seperti, konvoi motor di jalan raya, pesta-pesta dan lainya.

Kepala Disdikpora Palembang, Akhmad Zulinto mengatakan, pengumuman hasil UN akan dilakukan 16 Mei mendatang. Kalau mau merayakan hasil UN isilah dengan kegiatan positif. Misalnya, pengajian, syukuran dan lainnya.

"Apabila siswa masih melakukan hal negatif. Jangan salahkan kami, jika kami keluarkan sanksi yang tegas, karena sampai dengan pengumuman nanti. Mereka masih sebagai siswa, artinya masih ditentukan lulus atau tidaknya,"katanya dengan nada mengancam, saat dihubungi AMPERA.CO, Minggu (26/4).

Sambung Zulinto, perayaan pasca UN sebenarnya tidak dilarang, hanya saja ada aturan yang harus diikuti.

"Penyelenggaran acara pasca UN tidak dilarang, tetapi perayaan dan perpisahan dilakukan pasca kelulusan ini dilakukan di sekolah. Yah sebagai wujud rasa syukur mereka," lanjut zulinto.

Ditanya, apakah siswa Palembang juga melakukan hal diluar norma seperti yang akan dilakukan siswa Jakarta dengan pesta bikini, dengan nada lantang Zulinto menjawab, Tidak.

"Itu kan (pesta bikini) sudah dibatalkan. Kalau di Palembang, alhamdulillah tidak seperti itu, hanya saja sering konvoi atau coret-coret baju," ujarnya.

Zulinto meminta, agar pihak sekolah selalu melakukan pengawasan terhadap para siswa. Karena, selama masih menjadi peserta didik, meskipun sudah mengikuti UN, tetap saja siswa tersebut menjadi tanggung jawab sekolah.

"Kendalinya ada di sekolah. Kami yakin di Palembang tidak melakukan hal negatif," katanya.

Terpisah, salah seorang siswa kelas XII di salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kertapati, Andi (17) mengatakan, ia dan teman-temannya sudah berencana untuk melakukan konvoi.

"Cuma konvoi, itu kan sudah menjadi tradisi. Kalau pesta seks atau hal negatif lainnya, yah tidaklah. Konvoi itu hanya sebagai wujud kegembiraan," tutupnya. (AM8)