Sabtu, 03 Apr 2021 - 13:44:00 WIB - Viewer : 364

Pfizer dan Amcham Indonesia Dorong Inovasi Pembiayaan Inovatif

Redaksi AMPERA.CO

Stephen Leung, Country Manager Pfizer Indonesia

AMPERA.CO - Pelayanan kesehatan preventif, seperti pencegahan penyakit stroke dan vaksinasi untuk pneumonia bagi orang dewasa, dapat melindungi seseorang dari risiko kesehatan dan finansial yang diakibatkan oleh penyakit serius di masa mendatang. Namun, bagi sebagian masyarakat Indonesia, akses terhadap pelayanan preventif masih menjadi tantangan dan memiliki potensi untuk dikembangkan.

“Anggaran mandiri untuk pelayanan kesehatan preventif seringkali dianggap sebagai beban pengeluaran tambahan yang tidak mendesak. Sedangkan di sisi lain, pemanfaatan asuransi untuk mengakses layanan kesehatan preventif belum dilakukan oleh banyak orang,” ujar A. Lin Neumann, Managing Director American Chamber of Commerce (AmCham) Indonesia dalam acara Healthcare Access Summit 2021.

“Keterbatasan pada pemanfaatan produk asuransi untuk tujuan tersebut dapat disebabkan oleh beberapa alasan, seperti bagaimana menentukan harga premi yang tepat untuk menjamin pelayanan kesehatan preventif, atau minimnya pemahaman pemilik polis akibat persyaratan yang perlu dipenuhi pemilik polis untuk mengakses layanan kesehatan preventif. Tantangan-tantangan ini dapat menimbulkan risiko kesehatan dan finansial jangka panjang di masa depan yang seharusnya dapat dihindari,” kata Neumann.

Untuk melindungi masyarakat dari risiko jangka panjang akibat penyakit menular dan penyakit tidak menular, akses ke pelayanan kesehatan preventif perlu diperkuat. 

“Kunci dari pengembangan kemitraan antara pelaku industri farmasi dan asuransi terletak pada skema strategis yang saling menguntungkan dengan memberi individu akses yang lebih mudah ke vaksin dan pengobatan preventif melalui asuransi kesehatan mereka, sehingga memungkinkan inovasi solusi pembiayaan inovatif yang dapat mengurangi kemungkinan biaya rawat inap di masa depan, seperti pembiayaan untuk pencegahan stroke dan vaksinasi pneumonia pada lansia,” kata Hastanto Sri Margi Widodo, Ketua Dewan Asuransi Indonesia.

Berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, stroke merupakan penyakit tidak menular yang paling banyak menyebabkan kematian di Indonesia. Salah satu penyebab utama stroke adalah fibrilasi atrium, atau gangguan irama jantung. Orang dengan fibrilasi atrium memiliki risiko lima kali lebih besar untuk mengidap stroke. Kendati menjadi salah satu faktor risiko utama dari stroke, diagnosis fibrilasi atriumdi Indonesia masih relatif rendah.

Begitu pula dengan pneumonia, yang menurut Riskesdas 2018 menempati urutan kedua setelah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebagai penyakit menular yang paling mengancam jiwa di Indonesia. Kendati pneumonia yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus dapat dicegah melalui vaksinasi PCV, cakupan vaksinasi PCV bagi orang dewasa juga masih rendah di Indonesia.

“Melalui akses ke pelayanan kesehatan preventif seperti perawatan inovatif fibrilasi atrium dan vaksinasi PCV, seseorang dapat mengantisipasi risiko terkena stroke dan pneumonia, serta menghindari pengeluaran biaya kesehatan kesehatan substansial yang diasosiasikan dengan pengobatan dua penyakit tersebut di masa depan,” tambah Widodo. 

Acara Healthcare Access Summit 2021 dihadiri oleh lebih dari 25 perwakilan pelaku industri asuransi, teknologi kesehatan dan lembaga pembiayaan di Indonesia. Dalam acara tersebut Pfizer Indonesia bersama AmCham mendorong kolaborasi dari para pelaku industri dan pemangku kepentingan dalam menjajaki peluang untuk menciptakan mekanisme pembiayaan inovatif guna meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan preventif yang berkualitas. 

“Dalam perayaan 52 tahun menjadi bagian dari ekosistem perawatan kesehatan Indonesia, kami ingin menegaskan kembali komitmen kami untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, kami ingin mendorong diskusi antara pemangku kepentingan seperti penyedia produk dan layanan kesehatan, perusahaan asuransi, fintech, dan platform kesehatan agar dapat menciptakan kolaborasi multi-sektor dalam memanfaatkan teknologi, big data, dan terobosan-terobosan baru pada inovasi rantai pasok untuk menjajaki peluang skema pembiayaan inovatif untuk mengakses pelayanan kesehatan preventif,” ujar Stephen Leung, Country Manager Pfizer Indonesia.

“Sebagai contoh, perusahaan asuransi dan fintech dapat berkolaborasi dengan produsen vaksin dan rumah sakit swasta untuk menciptakan platform pembayaran mobile, atau melalui skema akses khusus lainnya yang dapat meningkatkan kemampuan pasien dalam membeli vaksin secara mandiri. Pelaku usaha dan pemangku kepentingan juga dapat mengangkat solusi inovatif seperti pembiayaan mikro, program-program pembiayaan berbasis angsuran, produk-produk asuransi khusus, mekanisme crowdfunding (penggalangan dana), dana bantuan sosial perusahaan, dan hibah dari lembaga donor untuk pencegahan penyakit, dengan merujuk pada pengalaman dan praktik-praktik terbaik dari negara lain. Kami percaya bahwa kolaborasi para pelaku usaha dan pemangku kepentingan akan menjadi fondasi yang kuat dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sehat,” tutup Leung

Editor : Feri Yuliansyah

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :

  • bisnis

Komentar Berita