Jumat, 29 Mei 2015 - 10:59:31 WIB - Viewer : 17012

Puluhan Pekerja PT. SNS Gelar Aksi Demo di Kantor Disnaker Palembang

AT. Putra

Foto: Ampera.co/AT. Putra
Mediasi antara para pekerja/buruh PT Sinar Niaga Sejahtera (SNS) dan Disnaker Palembang Kamis (28/5/2015)

AMPERA.CO, Palembang - Anggap perusahaan tidak memanusiakan pekerja, puluhan pekerja PT Sinar Niaga Sejahtera (SNS), yang tergabung dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), Kamis (28/5) gelar aksi demo di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Palembang.

Puluhan masa tersebut menuntut agar, Disnaker Palembang untuk menindak tegas PT Sinar Niaga Sejahtera (SNS) yang membayar upah lembur karyawan tidak sesuai ketentuan, kemudian tuntutan selanjutnya adalah pengkerdilan terhadap karyawan SNS dengan tidak mengangkat pekerja sebagai karyawan tetap.

Ketua SBSI Sumsel Ramlianto mengatakan, PT SNS sudah melakukan pelanggaran Undang-undang ketenagakerjaan. Norma-norma hubungan kerja sudah dilanggar.

"Upah lembur karyawan SNS hanya Rp 25 ribu per hari. Ini tidak masuk akal, perusahaan sudah melakukan pengkerdilan terhadap buruh, ini sudah berlangsung lama, selain itu, pekerja yang sudah mengabdi puluhan tahun, hingga sekarang belum diangkat sebagai karyawan tetap,"ungkapnya, usai menggelar aksi.

Menurut Ramlianto, hal tersebut sudah berlangsung lama, bahkan sudah puluhan tahun. Pihaknya meminta agar perusahaan segera membayarkan, upah lembur sesuai ketentuan UU.

"Kami menuntut, perusahaan segera membayarkan upah yang selama ini tidak sesuai. Harus dibayarkan, kalau tidak kami akan bawa masa yang lebih besar lagi, perusahaan harus ikuti aturan UU ketenagakerjaan, jangan asal-asalan,"ancamnya.

Salah seorang pekerja SNS, Edi mengatakan, apabila dalam waktu satu minggu kedepan tidak ada itikat baik dari perusahaan, pihaknya akan melakukan aksi kembali, hingga ada titik terang soal upah lembur tersebut.

"Harus dibayar, di PT SNS ada 200 pekerja. Kalau tidak tutup saja perusahaan SNS, kalau di sana tidak ada buruh, tidak akan berjalan perusahaan itu, perusahaan besar karena buruh,"katanya.

Menanggapi hal itu, kepala Disnaker Palembang Gunawan mengatakan, pihaknya siap memfasilitasi antara buruh dengan manajemen perusahaan. Mengenai tuntutan tersebut, pihaknya sudah membuat tim khusus untuk melakukan pemeriksaan kepada perusahaan.

"Kami sudah dengar semua tuntutan mereka (buruh), kami langsung bentuk tim khusus dan layangkan surat ke PT SNS, kami juga akan laporkan hal tersebut ke pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan,"katanya, usai menerima perwakilan buruh.

Menurut Gunawan, apabila terbukti melakukan pelanggaran, perusahaan wajib memenuhi semua tuntutan buruh, jika tidak ada sangsi yang menanti.

"Walaupun demikian, kami akan melakukan pendekatan secara persuasif. Karena, ada ratusan buruh yang bekerja disana, jika harus ditutup, maka banyak buruh yang akan kehilangan kerja,"katanya.

Gunawan menambahkan, mengenai status pekerja di dalam sebuah perusahaan. Apabila buruh sudah bekerja dua tahun, maka untuk tahun ketiga harus diangkat menjadi pegawai tetap.

"Tapi, perusahaan boleh memperpanjang kontrak selama satu tahun. Apabila belum yakin dengan buruhnya,"tutupnya.

AR. Yosef

Ampera.co

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :

  • buruh

BERITA TERKAIT :

http://ban.iste.co.id