Rabu, 03 Nov 2021 - 13:02:00 WIB - Viewer : 4536

Sinergi dengan MGMP Muba, Prodi Pendidikan Kimia FKIP Unsri Gelar kegiatan PkM

Redaksi AMPERA.CO

AMPERA.CO, Palembang - Program Studi Pendidikan kimia, Jurusan Pendidikan MIPA (PMIPA) Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya (FKIP Unsri) kembali melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Musi Banyuasin secara virtual, sabtu (23/10/2021).

Kegiatan PkM kali ini dilakukan dengan menggandeng Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) kimia Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA)

Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Koordinator prodi pendidikan kimia Dr. Effendi Nawawi, M.Si, dilanjutkan dengan kata sambutan ketua MGMP kimia Musi Banyuasin Dr. Dra. Nuraini, M.Si. kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan sekaligus membuka kegiatan yang disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Unsri Dr. Ismet, M.Si.

Pada sambutannya, Dr. Dra. Nuraini, M.SiKetua MGMP Kimia MUBA menyampaikan bahwa kegiatan PkM dari Prodi kimia FKIP Unsri ini haruslah terus berlangsung Karena guru sangat memerlukan informasi-informasi terbaru mengenai STEM ataupun pembuatan RPP".

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan mengharapkan seluruh guru dikabupaten MUBA dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh" ujar Nuraini.

Prof. Tatang Suhery, M.A., Ph.D sebagai pemateri pertama pada kegiatan PkM ini memaparkan materi tentang Pengembangan Model Pembelajaran STEM.

Dipaparkan Tatang alasan memilih membentuk stem Indonesia yaitu pertama karena pengalaman pembelajaran yang masih terintegrasi masih sedikit kedua merupakan kurikulum dasar kurikulum 2013.

Menurut Tatang, terdapat tiga metode pendekatan stem yang sering digunakan yaitu Metode pendekatan Silo terpisah, tertanam atau embeded dan Pendekatan terpadu atau terintegrasi.

"Adapun tujuan dari program ini yaitu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas lembaga pendidikan menjadi bertaraf nasional dan internasional dalam bidang pendidikan stem dan terjadi peningkatan relevansi dan kualitas pendidikan untuk meningkatkan daya saing bangsa membentuk konsorsium pusat keunggulan stem dalam bentuk MOU antara UNSRI, UPI, dan OSU Colombus yang dapat mengkaji penelitian pembelajaran dan pengabdian masyarakat" Jelas Tatang.

Drs. K. Anom W, M.Sisebagai narasumber kedua menyampakan materi penyusunan RPP 1 halaman di era pandemi covid 19 bagi guru kimia di kota Sekayu.

Pada sesi ini, dipaparkan cara penyusunan RPP 1 halaman serta model pembelajaran GAVALA serta langkah-langkah STEM dalam modul. 

Dr. Effendi Nawawi, M.Si sebagai Narasumber pada sesi ketiga menyampaikan materi tentang LKPD Berbasis Teknological pedagogical conten knowlage (TPACK).

“dapat diambil salah satu contoh misalnya kita menggunakan model PBL di dalam pembelajaran, PBL tersebut masuk ke RPP satu lembar, jadi di KBM benar-benar dituangkan dalam RPP satu lembar" ujar effendi.

Lebih lanjut Effendi menjelaskan tentang silabus masing-masing.

menurutnya, di kolom KBM silabus, kita tulis menggunakan PBL sebagai model dalam pembelajaran untuk kegiatan mata pelajaran. 

Pada sesi keempat dengan narasumber Dr. Diah Kartika Sari, M.Si dengan judul pengembangan soal-soal kimia berbasis berpikir tingkat tinggi.

Pada pendahuluannya, Diah menyampaikan Hasil PISA 2015, kemampuan peserta didik di Indonesia dalam berpikir tingkat tinggi khususnya dalam bidang sains masih tergolong rendah.

Menurut Diah, Pelajar Indonesia kesulitan dalam menjawab soal-soal bentuk penalaran.

"Tuntutan kurikulum 2013 mengharuskan peserta didik untuk melatih kemampuan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam pemecahan masalah sehingga perlunya dikembangkan bahan ajar seperti soal-soal kimia berbasis berpikir tingkat tinggi yang akan menghasilkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik akan meningkat" papar diah.

Lebih lanjut Diah menjelaskan Tahapan dan Prosedur penyusunan soal-soal kimia berbasis berpikir tingkat tinggi

"Pada tahap pertama yaitu tahap penentuan subjek, tahap kedua tahap pengembangan tes, pada tahap ketiga penulisan butir tes, pada tahap keempat tahap penyusunan petunjuk tes, tahap kelima tahap pelaksanaan tes, tahap keenam tahap analisis hasil tes, tahap ketujuh tahap revisi tes, tahap kedelapan tahap validasi tes, tahap ke sembilan tahap pengembangan norma, setelah itu tahap terakhir tahap ke sepuluh tahap menyelesaikan Tes manual" Jelasnya.

Sesi terakhir diisi oleh Dr. Sofia. S.Pd., M.Si dengan materi berjudul pengembangan praktikum sederhana berbasis kimia hijau di SMA/SMK/MA.

Sofia menyampaikan bahwa kimia hijau tersendiri memiliki 12 prinsip yang dicetuskan oleh Paul anastas dan John C. Warner di mana prinsip yang pertama itu mencegah limbah, Prinsip kedua metode sintesis efisien, prinsip ketiga sintesis bahan kimia lebih aman, Prinsip keempat merancang bahan kimia yang lebih aman, Prinsip kelima pelarut dan alat bantu aman, prinsip ke enam desain energi efisien, prinsip ke tujuh menggunakan bahan terbarukan, prinsip ke delapan mengurangi derivatif yang tidak perlu, prinsip ke sembilan katalis yang dapat terurai, prinsip ke sepuluh desain produk atau proses yang terdegradasi, prinsip ke sebelas analisis real time mencegah pollution, prinsip ke duabelas kimia yang aman untuk mencegah kecelakaan.

Kegiatan PKM ditutup pada tanggal 30 Oktober 2021. sebelum acara penutupan masing-masing kelompok memaparkan hasil yang sudah mereka kerjakan. Setelah pemaparan kegiatan ditutup dengan pesan dan kesan dari MGMP Sekayu dan OI.

Sri sumarlin, S.Pd., M.Si sebagai perwakilan guru MGMP Kimia Kabupaten MUBA menyatakan kegiatan PKM ini sangat bermanfaat bagi guru-guru kimia yang ada di kabupaten MUBA untuk menambah ilmu. 

 

Simak Video Terkait di Bawah Ini :


    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :

  • pendidikan