Senin, 25 Okt 2021 - 23:52:00 WIB - Viewer : 4096

Tim PPM Prodi Pendidikan Fisika FKIP Unsri Selenggarakan Pelatihan Penyusunan Instrumen Asesmen HOTS

Bagi MGMP IPA Ogan Ilir

Redaksi AMPERA.CO

AMPERA.CO, Indralaya - Asesmen merupakan aspek penting dalam pembelajaran. Namun, kadang aspek ini kurang mendapat perhatian memadai. Hal ini dikarenakan kebanyakan guru menganggap asesmen (penilaian) hanya bagian akhir dari proses pembelajaran, bukan sebagai proses pembelajaran itu sendiri, apalagi menjadikan asesmen sebagai pembelajaran itu sendiri.

Selain itu, instrumen tes yang disusun dalam menilai siswa masih sering hanya mengukur kemampuan berpikir tingkat rendah (low order thinking skills, LOTS).

Soal-soal dalam tes itu umumnya bersifat trivial dan mengukur aspek ingatan. Di sisi lain, seiring diberlakukannya asesmen kompetensi minimum (AKM), dan merefleksi capaian PISA siswa Indonesia yang masih rendah, guru perlu mengembangkan keterampilannya dalam menyusun instrumen asesmen untuk mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking, HOTS).

Untuk menjembatani hal ini, tim pengabdian dari Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Sriwijaya bersama guru-guru IPA yang tergabung dalam MGMP di Kabupatan Ogan Ilir melakukan Pelatihan Penyusunan Instrumen Asesmen HOTS melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PPM). 

Kegiatan PPM dibuka secara resmi oleh Kabid GTK, Hasnan Riadi, mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir pada Kamis (14/10) di LPMP, Indralaya.

 Dalam sambutannya, Hasnan menytakan pihaknya menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh tim PPM Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Sriwijaya. Ia menegaskan bahwa dinas selalu siap mendukung setiap upaya untuk meningkatkan kompetensi para guru, termasuk dalam menyusun instrumen asesmen HOTS. “Asesmen HOTS hendaknya tidak terlepas dari pembelajaran yang melatih siswa untuk berpikir HOTS pula,” ujar Hasan mengingatkan.

Ketua tim PPM, M. Yusup, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kewajiban dosen dalam melaksanakan salah satu dari tridarma perguruan tinggi. Lebih lanjut Yusup menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan pola 32 JP melalui in-on-in service training.

Pada kegiatan in servive training pertama, peserta mendapatkan penyegaran materi terkait asesmen HOTS. Selain Yusup, narasumber yang turut menyampaikan materi adalah Syuhendri dan Abidin Pasaribu. Kegiaan yang dilaksanakan secara luring ini diikuti oleh 22 orang. “Sebenarnya banyak guru IPA yang ingin terlibat dalam pelatihan ini, namun karena dibatasi agar dapat melaksanakan protokol kesehatan, pelatihan ini diikuti oleh 22 orang guru IPA dari berbagai SMP di kabupaten Ogan Ilir,” ujar Yenita, Ketua MGMP IPA.

Pada tahapan selanjutnya, melalui kegiatan on service training, peserta diberi tugas untuk menyusun instrumen asesmen HOTS. Kegiatan ini dilakukan secara daring dengan pembimbingan melalui whatsapp. Pada tahapan akhir, peserta mempresentasikan hasil kerja mereka. Kegiatan ini kembali dilakukan melalui in-service training, pada Kamis (21/10). Dengan dipandu narasumber, para peserta berdiskusi, memberi komentar dan koreksi terhadap soal-soal yang telah disusun peserta lainnya.

Pada akhir kegiatan PPM, Ketua MGMP, Yenita, mengucapkan terima kasih kepada tim PPM prodi Pendidikan Fisika FKIP Unsri yang telah memberikan pelatihan penyusunan instrumen asesmen HOTS kepada mereka. Ia mengapresiasi antusiasme para guru IPA anggota MGMP. “Insya Allah kegiatan ini akan kita tindak lajuti pada bulan berikutnya,” tutup Yenita pada acara penutupan.

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :

  • pendidikan