Minggu, 24 Jun 2018 - 00:29:00 WIB - Viewer : 6100

ADE Berpeluang Besar Tumbangkan Petahana

Rep : Dona /Ed : Alam

AMPERA.CO

AMPERA.CO, Kayuagung - Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 2 Abdianto-Made Indrawan (Ade) berpeluang besar tumbangkan petahana dalam konteatasi Pilkada Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Hal itu berdasarkan hasil survei yang dikeluarkan oleh, Lembaga Independent Of Public Opinion (IPO) INSTITUTE.

"Memang elektabilitas pasangan ADE Indrawan masih berada di angka 22 persen masih tertinggal jauh dengan calon petahana yang mencapai 47 persen sedangkan pesaing lainnya Azhari-Qomarus dipastikan tersingkir karena hanya mendapat 8 persen," kata, Direktur IPO INSTITUTE Ahmad Muhaimin, Sabtu (23/6).

Muhaimin mengatakan, kenapa pasangan ADE masih memiliki peluang besar untuk mengalahkan petahana. Karena pola pemilih calon petahana masih bisa berubah dari 47 persen pemilih Iskandar-Shodiq yang tidak akan berubah atau tetap menginginkan iskandar menjadi bupati sekitar 66 persen sedangkan 14 persen pemilih Iskandar menginginkan bupati baru dan 20 persenya tidak menjawab.

Soal perubahan pemilih ISO, sambungnya, 44 persen pemilih ISO tidak akan berubah 37 persen berpotensi berubah 19 persen tidak menjawab

"Dari penjabaran tersebut pemilih ISO yang solid dan tidak akan berubah hanya 20,6 persen suara dari total populasi penduduk di OKI. Jadi kekuatan real calon petahana hanya 20,6 persen," ujarnya.

Sedangkan untuk pasangan ADE, 22 persen suara itu sangat solid dan tidak akan merubah pilihan karena banyak dari basis PDIP.

"Pasangan ADE masih bisa menyalip calon petahana asalkan bisa menggarap suara-suara yang masih lemah dan mengambil suara swing votters keduanya masih berpeluang tinggal strategi masing-masing," ujarnya.

Sementara untuk paslon nomor urut 3 Azhari-Qomarus menurutnya, dapat dipastikan tersingkir dari gelanggang karena hanya 8 persen suara, untuk mengejar ketertinggalan itu sangat mustahil.

"Kita melakukan survei sebulan sebelum pilkada dengan perolehan 8 persen tersebut sangat mustahil bagi paslon 3 untuk mengejar ketertinggalan dalam waktu satu bulan," katanya.

Dijelaskannya, dari hasil survei yang dilakukan, sikap semua pemilih di OKI sudah 38 persen yang memiliki pilihan masing-masing atau sudah kuat dengan pilihannya. Sementara suara masih lemah sekitar 36 persen dan 26 persennya tidak menjawab.

Survei dilakukan periode 18-27 Mei 2018 dengan jumlah responden 1.000 orang. Responden yang dipilih berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah saat mengikuti survei.

"Survei menggunakan metode stratified random samplingdengan toleransi kesalahan kurang lebih ± 3,1persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Tersebar secara proporsional di setiap kecamatan disesuaikan dengan jumlah populasi kecamatan, lalu didistribusikan ke dalam TPS secara acak," bebernya.

Teknik stratified random sampling ini, ia menambahkan, dimungkinkan setiap anggota populasi (DPT) mempunyai peluang yang sama untuk dipilih atau tidak dipilih menjadi responden, sehingga pengukuran pendapat dapat dilakukan dengan hanya melibatkan sedikit responden.

"Pewancara berstatus minimal mahasiswa dan mendapatkan pelatihan. Wawancara dilakukan kontrol secara sistematis dengan melakukan cek ulang di lapangan (spotcheck)," pungkasnya

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :