Minggu, 19 Sep 2021 - 05:57:00 WIB - Viewer : 1884

Magister Pendidikan Fisika FKIP UNSRI Berikan Bekal kepada Guru Fisika di Sumsel dan Babel.

// Pembelajaran yang Inovatif di Masa Pandemi Covid-19

Redaksi AMPERA.CO

IST

AMPERA.CO, Palembang - Program Studi Magister Pendidikan Fisika FKIP Universitas Sriwijaya mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan pada tanggal 18 September 2021 secara sinkron virtual via zoom meeting dan akan dilanjutkan tanggal 20-29 September 2021 secara asinkron dengan menggunakan e-learning.

Acara pembukaan dihadiri Dekan FKIP Universitas Sriwijaya Dr. Hartono, M.A yang diwakili oleh Ketua Jurusan PMIPA FKIP UNSRI Dr. Ketang Wiyono, S.Pd., M.Pd.

Dalam sambutannya Ketua Jurusan PMIPA menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tridarma perguruan tinggi dan merupakan sumbangsih FKIP UNSRI untuk memberikan alternatif solusi pembelajaran fisika dimasa pandemi covid-19.

Koordinator Program Studi Magister Pendidikan Fisika FKIP Universitas Sriwijaya, Dr. Ida Sriyanti, M.Si, menyampaikan kegiatan PKM ini juga sebagai sarana untuk mepromosikan S2 Pendidikan Fisika FKIP UNSRI kepada guru-guru fisika di Sumsel dan Babel.

Program Studi Studi Magister Pendidikan Fisika FKIP Universitas Sriwijaya memiliki berbagai keunggulan dan saat ini telah terakreditasi dengan predikat baik.

Hadir juga narasumber kegiatan Dr. Muhamad Yusup, S.Pd, M.Pd, (Koordinator program studi S1 Pendidikan Fisika), Dr. Ismet, S.Pd., M.Si, (Wakil Dekan Bidang Akademik)  dan Syuhendri, M.Pd., Ph.D.

Tujuan PkM ini adalah untuk memberikan bekal kepada guru – guru MGMP Fisika Sumsel dan Bangka Belitung dalam menyusun media dan bahan ajar fisika berbasis blended learning yang dapat digunakan dalam menghadapi Pembelajaran  di masa Pandemi Covid-19.

PKM Program Studi Magister Pendidikan Fisika FKIP Universitas Sriwijaya dihadiri oleh 225 orang diberbagai peserta dari Sumsel-Babel dengan rincian dari Kabupaten Empat Lawang 5 orang, Banyuasin 19 orang, Lahat 8 orang, Lubuk Linggau 3 orang, Muara Enim 9 orang, Musi Banyuasin 10 orang, Musi Rawas 12 orang, Musi Rawas Utara 5 orang, Ogan Ilir 11 orang, OKI 10 orang, OKU 19 orang, OKU Selatan 1 orang, Oku Timur 3 orang, Pagaralam 2 orang, Palembang 44 orang, Pali 4 orang, Prabumulih 36 orang, Prov Bangka Belitung 16 orang dan Luar Sumsel-Babel 8 orang (Cilegon, Jakarta, Batam, Lampung Tengah, Depok, Tulang Bawang Tengah).

Tema PKM Pendidikan Fisika adalah “Pengembangan Media dan Bahan Ajar Fisika Berbasis Blended Learning” bagi guru – guru di MGMP Fisika di Sumsel-Babel.

Salah satu materinya yaitu tentang model-model pengembangan media dan bahan ajar yang terdiri dari Model pengembangan 4D, Model Pengembangan Hannafin and Peck, Model Pengembangn Rowntree dan Evaluasi Tesmer, Model Pengembangan Allesi and Tollip, Model Pengmebangan ASSURE, dan Model Pengembangan ADDIE.

Model- model pengembangan pembelajaran adalah sebuah prosedur atau acuan yang secara visual dalam upaya untuk meningkatkan pembelajran yang efektif dan efisien. Adapun harapan setelah dilaksanakannya kegiatan PkM ini dapat menambah keterampilan guru – guru di MGMP Fisika di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung dalam menyusun media dan bahan ajar fisika di masa Pandemi Covid-19.

Komentar Berita