Jumat, 28 Mei 2021 - 23:40:00 WIB - Viewer : 2204
Menteri Pertanian Dorong Gubernur Sumsel Optimalkan Agrosolution
AMPERA.CO, Ogan Ilir - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memimpin pelaksanaan Kick Off Food Estate “Petani Bela Negeri” Agrosolution, di Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel). Dia berharap, hal ini dapat membantu petani mencapai hasil yang optimal serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Diketahui, MoU perihal tersebut telah ditandatangani Mentan akhir tahun lalu. Dalam program agrosolution ini, petani yang terlibat diberikan pendampingan intensif mengenai budidaya tanaman, aplikasi teknologi pertanian mutakhir, akses permodalan dan offtake hasil panen yang dilakukan oleh stakeholder diharapkan dapat membantu petani mencapai hasil yang optimal serta meningkatkan kesejahteraan petani.
“Ya kita harapkan dalam program agrosolution petani bela negeri ini kedepannya kehidupan para petani akan jauh-jauh lebih baik. Membantu petani mencapai hasil yang optimal serta meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya pelaksanaan Kick Off Food Estate “Petani Bela Negeri” Agrosolution, di Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (28/5/2021).
Dia meminta kepada Gubernur Sumsel dan Lima Bupati yang ditunjuk yakni, Bupati Banyuasin, Ogan Komering Ilir, OKU Timur, OKU Selatan dan Ogan Ilir untuk fokus dalam program ini.
“Kita harus kasih lihat Indonesia bahwa cara bercocok tanam di Sumsel itu seperti ini. Kita canangkan ini, saya harap Gubernur dan para bupati serius. Program Food Estate ini upaya menjaga ketahanan pangan. Memiliki potensi SDA dan di dukung lima kabupaten penghasil pangan, menjadikan Sumsel sebagai provinsi penyanggah ketahanan pangan nasional,” terangnya.
Dijelaskannya, program Food Estate di Sumsel akan difokuskan pada lima daerah yakni Kabupaten Ogan Ilir (OI), Ogan Kemering Ilir (OKI), Ogan Kemering Ulu Selatan (OKUS), Ogan Kemering Ulu Timur (OKUT) dan Banyuasin.
“Lima daerah di Sumsel ini akan memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Kita mendorong daerah melalui program Food Estate untuk melakukan ekspor pangan. Ini bisa kita wujudkan jika program Food Estate sukses,” imbuhnya.
Sektor pangan, lanjutnya, menjadi komoditi yang tidak terdampak selama pandemi Covid-19. Komoditas aman tersebut seperti, beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi atau kerbau, gading ayam, telur ayam ras dan minyak goreng.
“Salah satunya komoditi yang tidak terdampak selama pandemi COVID-19 ya sektor pangan,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru menyebut, pihaknya bersama lima kabupaten yang termasuk dalam program Food Estate ini harus bekerja keras, kerja serius dalam berkontribusi mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“Lima daerah di Sumsel ini berkontribusi dalam menjamin ketersediaan kebutuhan pangan pokok bagi 273 juta penduduk Indonesia,” ujar Deru.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pusri Palembang, Tri Wahyudi Saleh menjelaskan, Pusri memiliki dua pabrik yang telah berusia 47 tahun.
“Kami siap mensupport program pemerintah daerah dan pusat. Kami 100 persen support program Food Estate,” kata Tri dalam kesempatan yang sama.



