Jumat, 11 Okt 2024 - 21:52:00 WIB - Viewer : 3804

Palembang Akan Dapat Dana Hibah Rp 2 Triliun dari Amerika ?

Ed : Trie Putra

Humas
Pj Walikota A Damenta

AMPERA.CO, Jakarta - Pj Walikota Palembang A Damenta mengaku, Palembang menjadi salah satu diantara 5 kota di Indonesia yang menjadi kota proyek percontohan Pemerintahan Amerika Serikat untuk mendapatkan pendanaan dari Millenium Challange Account (MCA).

Tak tanggung-tanggung, dana hibah dari MCA tersebut mencapai Rp 2 Triliun, Karena Kota Palembang dianggap sudah memenuhi salah satu krireria yang ditentukan Pemerintah Amerika.

Penjabat Wali Kota Palembang A Damenta mengatakan, Pemkot Palembang harus mengajukan permohonan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) untuk pengembangan kawasan kepada pemerintah pusat.

"Untuk dapat hibah itu kita harus memenuhi kriteria, kita harus berbenah aspek ruang pemerintah kota dengan pemerintah provinsi tidak bertentangan, alhamdulilah kita tidak ada kendala soal hal itu," kata A Darmenta usai melakukan paparan rencana permohonan KKPR dengan Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR BPN RI Dwi Hariyawan, Kamis (10/10/2024).

Pemanfaatan permohonan KKPR ini, katanya mendapat dukungan dari Kementerian ATR BPR RI, dimana dalam waktu dekat akan langsung ada jawaban persetujuan ini kerjasama Transit Orientwd Development (TOD) 

“Ini juga tujuannya  untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat ataupun juga pelaku usaha disemua jenis layanan di Kota Palembang,” tegasnya.

Kawasan yang paling potensial lahan yang terletak bersebelahan dengan Stasiun Light Rail Transit (LRT) Ampera Palembang menjadi kawasan potensial untuk dikembangkan.

“Infrastruktur penghubung Stasiun LRT Ampera ini belum optimal dengan moda transportasi lainnya seperti fasilitas pejalan kaki dan tempat pemberhentian moda transportasi,” jelasnya.

Belum lagi stasiun LRT Ampera  bisa menjadi etalase yang menjadi penghubung sebagai kawasan wisata dan ritel.

“Ini juga kurang menariknya kawasan Ampera sebagai kawasan pariwisata dan ritel yang diakibatkan kurang baiknya perawatan kawasan, desain yang kurang menarik dari masalah keamanan hingga tidak optimalnya sirkulasi kendaraan dan parkir,” ungkpanya.

Dengan penataan dikawasan itu stasiun LRT Ampera ini akan terintegrasi antara stasiun LRT Ampera dengan destinasi disekitarnya.

“Meningkatkan integrasi LRT dengan modatransportasi umum lainnya sepeti Angkot,perahu sungai dan Transmusi, yang bermuara menjadi destinasi wisata tentunya sirkulasi kendaraan dan parkir aman, dan paling penting ramah lingkungan,” jelasnya.

Oleh iu, Damenta menambahkan, Pemkot Palembang sangat fokus untuk meningkatkan kawasan tersebut melalui dana bantuan Hibah itu nantinya.

“Kita akan konsen permohonan proyek berupa pengembangan Kawasan TOD antara lain hotel  dan retail lifestyle (rencana kegiatan), pengembangan kawasan Stasiun LRT Ampera,” ujarnya.

Dengan paparan itupun, Damenta optimis peluang mendapatkan hibah inipun terbuka lebar.

“Besok sudah ada jawaban dari Kementerian ATR BPR RI, setelah itu kita bisa melanjutkan ke tahap berikutnya kita akan menunjuk pihak yang akan menyelenggarakan itu, yaitu pihak independent untuk dilelang. Dana Hibah itu kita fokuskan disatu titik dulu, baru akan merambah dikawasan lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas PU PR Kota Palembang Ahmad Bastari Yusak menjelaskan, total dana hibah itu sebesar Rp 10 triliun, hanya saja dibagikan untuk lima kota, dan Palembang tengah memperjuangkan untuk mendapatkannya.

"Kalau lima kota saja, kemungkinan kita Palembang akan mendapat Rp 2 Triliun dari dana Hibah MCA ini,” katanya.

Dana ini akan difokuskan di infrastruktur dan UMKM.

“Rp 1,5 Triliun untuk infrastruktur stasiun LRT dan sisanya untuk UMKM, dengan bangunan retail dan UMKM seluas 7.203 m2 untuk 3 lantai dan bangunan insprastruktur hotel dan retail 15.938 m2 untuk 8 hingga 15 lantai," tutupnya.

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :

  • pali