Jumat, 22 Apr 2022 - 01:05:00 WIB - Viewer : 2104

Pemerintah Tak Peduli, Jalan Noerdin Panji Rusak Berat

Rep : Tim Ed : Feri

ampera.co

AMPERA.CO, Palembang - Kerusakan jalan, di kawasan Jalan Noerdin Panji dari arah bandara SMB II, menuju Jalan Pangeran Ayin, semakin parah, yang mengakibatkan macet panjang.

Hal itu mendapat perhatian serius, dari berbagai pihak, salah satunya, pemerhati sosial, dari Forum Demokrasi Sriwijaya (Fordes), Bagindo Togar ButarButar, menurutnya, pemerintah tidak peduli atas kerusakan jalan tersebut. Karena kerusakannya dibiarkan berlarut-larut.

"Rusaknya jalan penghubung menuju Jalan Pangeran Ayin itu sudah cukup lama. Pertanyaannya dimana pemerintah, seperti tak peduli atas kerusakan jalan tersebut," kata Bagindo, Kamis (22/4/2022).

Sambung Bagindo, harusnya pemerintah malu atas kerusakan Jalan Noerdin Panji yang tak kunjung diperbaiki, karena jalan itu merupakan teras ibu kota provinsi Sumsel, dimana sangat dekat dengan bandara SMB II.

"Pertanyaan sederhana bagi kita semua. Pernahkah diantara kita, saat berkunjung ke provinsi lain di Indonesia, saat kita memasuki "teras Ibukota" provinsinya langsung dihadapkan pada pemandangan infrastruktur jalan yang jauh dari standar yang layak. Mungkin Hanya di kota Palembang, kita temukan kondisi jalan seperti ini yakni, Jalan Nurdin Panji, dahulu disebut kawasan kebun sayur, hanya 5 menit selepas anda exit dari Bandara SMB II," ujarnya.

Pria yang biasa bersuara lantang mengkritik pemerintah ini, menyebut, Jalan Noerdin Panji, merupakan jalan utama milik pemerintah provinsi Sumsel, yang selalu dilintasi beragam angkutan ringan dan berat, karena jalan itu penghubung antar jalan, dan juga objek penting dari luar kota Palembang hingga ke pusat pemukiman maupun ragam sentra ekonomi.

"Sangat ironis, jalan tersebut sering lambat atau bahkan lalai dalam perawatannya. Terkhusus soal kualitas infrastruktur jalan serta alur drainase disekitarnya yang jauh dari standar layak," katanya.

Dijelaskannya, Jalan Noerdin Panji memiliki 2 lajur dengan panjang sekitar 5,25 km itu hampir setiap tahun, ada bagian yang selalu rusak.

"Mengapa kondisi ini selalu terjadi? Pemerintah provinsi dituntut untuk serius memberikan atensi atas keberadaan jalan ini bagi masyarakat Sumsel, terkhusus kota Palembang, apalagi bagi para warga pengguna jalan tersebut," ujarnya.

Ia menambahkan, bila infrastruktur jalan yang jelas terlihat didepan mata saja sering luput dari perhatian, bagaimana dengan jalan-jalan di pelosok kota.

"Padahal, teknologi pembangunan jalan dan drainase, tidak lagi merupakan pekerjaan teknis yang sulit, para pelajar SMK teknik sipil juga telah mampu melaksanakannya, sekarang, kita kembali kepada pemerintah daerah ini. Seberapa besar komitmen serta perhatiannya, atas program pembangunan yang jelas butuh respon cepat, juga bermanfaat besar bagi publik," pungkasnya.

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :

Komentar Berita