Jumat, 09 Jun 2023 - 22:32:00 WIB - Viewer : 4800
Pengamat : Demokrat Berpeluang Gabung ke Koalisi KIR jika AHY Tak Dipilih Cawapres
AMPERA.CO, Jakarta - Partai Demokrat diprediksi hengkang dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, jika ketua umum mereka, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tak dipilih sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping Anies Baswedan.
Selanjutnya, Demokrat dinilai berpeluang bergabung dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang digagas Partai Gerindra bersama PKB untuk mengusung Prabowo Subianto.
"AHY dan Demokrat bisa saja bergabung dengan Gerindra untuk mendukung Prabowo," kata Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama, Ari Junaedi, Jumat (9/6/2023).
Nusakom, mengatakan, jika Demokrat bergabung dengan KKIR, belum tentu juga AHY dipilih jadi cawapres Prabowo. Namun, setidaknya, dengan elektabilitas yang besar, potensi kemenangan Prabowo jauh lebih tinggi ketimbang Anies.
Dengan demikian, keuntungan politik yang ditawarkan KKIR lebih menjanjikan dibanding Koalisi Perubahan yang digagas Demokrat bersama Partai Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"Kalaupun tidak jadi cawapres dari Prabowo, tentu bargain politik dari Gerindra akan jauh lebih baik dari Nasdem bagi yang sering menyepelekan Demokrat," ujarnya.
Menurutnya, desakan Demokrat terhadap Koalisi Perubahan untuk mempercepat deklarasi cawapres Anies bermuatan politis. Upaya itu diduga sebagai ancang-ancang Demokrat hengkang dari koalisi seandainya Anies tak menunjuk AHY sebagai calon RI-2.
Jika deklarasi cawapres dilakukan dalam waktu dekat dan bukan AHY yang dipilih, maka Demokrat masih punya cukup waktu mencari koalisi baru untuk berlabuh, yang dinilai lebih menguntungkan ketimbang Koalisi Perubahan.
Demokrat diyakini punya kalkulasi politik dan hitung-hitungan yang matang, apakah tetap bertahan di poros Koalisi Perubahan, atau bermanuver di tengah terus merosotnya elektabilitas Anies.
"Ibarat di perdagangan saham, Demokrat harus mengambil langkah cepat, apakah akan melepas saham di tengah harga saham yang semakin merosot, ataukah tetap bertahan memiliki saham walau nantinya berpotensi mendatangkan kerugian," pungkasnya.



