Senin, 27 Mar 2023 - 21:38:00 WIB - Viewer : 3540

Pengamat Ini Pertanyakan Kinerja Disdag Palembang

Rep : Alam

AMPERA.CO, Palembang - Masih tingginya harga sembako yang di jual di operasi pasar murah Ramadhan di Palembang, menjadi perhatian berbagai pihak, salah satunya pemerhati sosial Sumsel, Ade Indra Chaniago.

Menurutnya, kalau harga yang dijual sama atau hampir sama dengan harga yang di jual di toko atau pasar tradisional lebih baik tidak usah diadakan operasi pasar murah Ramadhan, karena hanya membuang-buang energi, bahkan pemborosan saja.

"Aneh kok bisa harga di operasi pasar murah, hampir sama dengan toko. Terus semangatnya operasi pasar murah itu apa ?Jangan-jangan hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban biar dinilai bekerja oleh atasannya," kata Ade, Senin (27/3/2023).

"Lucu sekali kinerja dari Dinas Peradangan Palembang ini. Terlihat sekali kalau mereka tidak paham apa implikasi dari hukum pasar, mereka (Dinas Perdagangan) tidak paham apa tujuan operasi pasar tersebut dilakukan, sehingga sangat wajar kalau mereka tidak berhitung segala sesuatunya termasuk kenaikan harga akibat ulah oknum nakal, yang memanfaatkan situasi saat permintaan tinggi akan kebutuhan pokok. Nah kalau seperti ini, apa dong bedanya mereka dengan para pedagang yang memanfaatkan situasi tersebut," ujarnya.

Kandidat Doktoral Universitas Indonesia (UI) ini mengatakan, tidak heran kalau masyarakat tidak antusias datang ke operasi pasar murah Ramadhan tersebut.

"Masak menggelar operasi pasar, tidak berhitung harga pasar dalam situasi normal dan berapa selisih harga yang ditimbulkan akibat permintaan tinggi, harusnya seorang kepala dinas, mampu berinovasi. Bukan hanya bekerja asal bapak senang, tentu pejabat seperti ini harus dievaluasi," pungkasnya.

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :