Rabu, 26 Okt 2016 - 14:10:00 WIB - Viewer : 5952

Persaingan Ketat, Tarif Hotel Di Indonesia Turun

ilustrasi

AMPERA.CO, Jakarta - Perusahaan riset data perhotelan global, STR melansir tingkat okupansi hotel (tingkat keterisian kamar hotel) di Indonesia naik 5% per kuartal III/2016. 

Berdasarkan laporan STR, okupansi hotel di Indonesia tumbuh lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan okupansi hotel di Asia Pasifik. Okupansi hotel di Asia Pasifik rata-rata mencapai 71,3%, naik 1,9% secara tahunan.

Di sisi lain, kendati okupansi mengalami kenaikan, kinerja pendapatan hotel di Indonesia menurut STR cukup tertekan. Ini tercermin dari penurunan tarif rata-rata harian (ADR) dan pendapatan dari kamar yang terserdia (RevPAR).

Tingkat ADR hotel di Indonesia per kuartal III/2016 dalam laporan STR turun 7,7% menjadi Rp1,06 juta. Koreksi pada ADR membuat tingkat RevPAR juga terkoreksi 3,1% menjadi Rp688.492.

Menurut STR, pendapatan hotel turun menyusul perang tarif yang terjadi di kalangan operator hotel sebagai dampai dari kenaikan pasokan kama hotel baru. 

"Berdasarkan analisis kami, pertumbuhan pasokan 4,9% dalam tahun berjalan dan proyek baru yang akan dibangun turut meyebabkan kompetisi harga dan tingkat ADR yang lebih rendah," tulis STR. 

Secara umum, tingkat ADR hotel di Asia Pasifik juga turun 1,9% menjadi USD97,34. Tingkat RevPAR juga stagnan karena turun 0,1% menjadi USD69,44.

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :

  • bisnis