Kamis, 30 Apr 2015 - 18:36:18 WIB - Viewer : 8204
4 Kecamatan Jadi Percontohan Pengelolaan Limbah
AMPERA.CO, Palembang - Percontohan pengolahan sampah dengan sistem 3R (reuse, reduce dan recycle) di mulai. Dengan fasilitator proyek bantuan dari JICA(Japan International Cooperation Agency) launching 3R tersebut dihadiri langsung Plt Walikota Palembang, Harnojoyo di pelataran Ruko Spring Hill Perumahan Talang Kelapa Palembang, Kemarin.
Adapun sebagai tahap awal perumahaan talang kelapa kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL) menjadi tempat percontohan dengan sisten 3R. Dengan melibatkan sekitar ratusan warga dari 16 RT setempat.
Menurut Plt Walikota Palembang, Harnojoyo untuk pilot project pengolahan sampah itu sedikitnya ada di empat kecamatan yakni di kecamatan AAL, Ilir Barat I, Kalidoni dan Plaju. Nantinya sampah diolah dengan sistem 3R. Sedangkan keterlibatan JICA dalam kegiatan tersebut, jelas Harnojoyo memberikan bantuan ilmu bagaimana mengolah sampah dengan baik dan ekonomis.
“Yah seharusnya kita malu untuk urusan kebersihan ini. Sampai orang Jepang datang kesini. Tetapi karena pengolahan sampah di Jepang sudah baik, tidak salahnya kita meniru yang baik ” imbuh Harnojoyo kemarin.
Oleh karena itu, jelasnya,warga Palembang harus terus disosialisasikan untuk membudayakan hidup bersih, indah dan rapi. Sehingga jika dirumah atau dilingkungannya tidak bersih atau tidak rapi tentu akan merasa risih sehingga kebersihan selalu terjaga. “Kalau program 3R ini sudah menyatu dihati masyarakat. Maka persoalan sampah di kota ini bisa diatasi. Kita bersyukur kegiatan ini diikuti banyak kader lingkungan dan kader kebersihan di kecamatan AAL dan para siswa dan anak-anak sekolah. Dan diharapkan para generasi muda dapat meneruskan program yang kita laksanakan saat ini. Anak-anak akan menyampaikan kepada keluarga dan masyarakat untuk hidup bersih dan bagaimana mengolah sampah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palembang, M Tabrani mengatakan sampah-sampah yang dibuang diharapkan sejak dari rumah sudah dipilah-pilah. “Sekarang di Kota Palembang sampah-sampah baru terpilah sekitar 17%. Kalau sudah banyak terpilah-pilah maka diharapkan tahun 2018 sampah terpilah sudah 30%. Artinya sampah yang dibuang tidak seluruhnya dibawah ke TPA karena sudah diolah. Dengan begitu tentu nantinya TPA hanya menampung sekitar 15%-20% sampah saja. Misalkan jumlah sampah sekarang sekitar 700 ton perhari maka dengan program 3R ini yang dibawa ke TPA sekitar 200-300 ton saja, “ terangnya.
Menurut Tabrani, sampah-sampah yang tinggal sisa karena tidak bisa diolah tersebut nanti bisa mendapatkan bantuan dari incinerator sampah dari Jepang atau dari Jerman untuk dibakar. “Sedangkan sampah yang bisa diolah dengan dipilah-pilah tersebut menjadi menjadi ekonomis. Atau bisa dijual, seperti ada pengepul atau ada bank sampahnya,” bebernya.
Dalam kesempatan itu, pihak JICA, Tsukada menuturkan di Jepang sendiri dahulunya sampah tidak diolah dengan baik. Namun dengan perbaikan sistem sampah sehingga sampah yang dibuang ke TPA dapat dikurang. “Dengan semangatMottainal atau sayang dibuang, maka sampah masih bisa diolah. Dan di Palembang ini bisa menjadi proyek percontohan dengan melihat keberhasilan mengolah sampah di Jepang,” ucapnya.



