Rabu, 02 Mei 2018 - 23:36:00 WIB - Viewer : 3824
Angka Kemiskinan Palembang Menurun Setiap Tahun
Ist
AMPERA.CO, Palembang - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bapemlitbang) Palembang, Harrey Hadi mengaku, angka kemiskinan di Metropolis trennya selalu menurun setiap tahun.
"Ini bentuk komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) dalam mewujudkan program Palembang EMAS (Elok Madani Aman dan Sejahtera) 2018. Tidak hanya sektor infrastruktur, pengembangan SDM menjadi dasar pembangunan menjadi perhatian utama," katanya, Rabu (2/5).
Harrey mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Tahun 2013 angka kemiskinan Kota Palembang tercatat sebesar 13,36 persen menurun sebesar 12,93 persen di tahun 2014.
Kemudia Tahun 2015 kembali menurun 12,85 persen dan pada tahun 2016 Pemkot kembali menekan angka kemiskinan menjadi 12,04 persen.
"Berbagai macam program kerakyatan terus dilaksanakan Pemkot Palembang untuk menekan angka kemiskinan tersebut. Termasuk membuka peluang kerja," katanya.
Selain itu, sambunya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Palembang dari tahun 2013 sampai 2017 terus mengalami kemajuan.
Misalnya, di tahun 2013 IPM Kota Palembang sebesar 75,49 persen di tahun 2014 naik menjadi sebesar 76,02 persen.
Kemudian pada tahun 2015 kembali mengalami peningkatan sebesar, 76,29 persen, di tahun 2016 IPM Palembang mencapai 76,59 persen dan tahun 2017 naik sebesar 0,63 poin menjadi 77,22 persen.
"Dimasa kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Palembang yang saat iti dijabat Harnojoyo dan Fitrianti Agustinda, terus mengalami perkembangan. Hal itu juga kini terus dijaga dimasa kepemimpinan Pjs Walikota, Akhmad Najib selama enam bulan kedepan," ujarnya.
Ia menambahkan, dari sektor ekonomi, Pemkot Palembang juga berhasil meningkatkan pertumbuhan Ekonomi Kota Palembang di atas rata-rata Provinsi Sumsel dan Nasional. Berdasarkan catatan BPS, pertumbuhan ekonomi Palembang pada tahun 2017 menyentuh angka 5,7 persen.
Bahkan, Tahun 2018 Kota Palembang optimis pertumbuhan ekonomi Palembang bisa tembus di angka 6 persen.
"Pada tahun 2017, sebelum keduanya cuti, telah disiapkan beberapa beberapa langkah dalam bentuk program kerja, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6 persen," bebernya.



