Kamis, 02 Des 2021 - 23:57:00 WIB - Viewer : 7120
Erick Tohir : Anak Cucu BUMN Jadi Beban
AMPERA.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, Erick Tohir mengaku, banyak anak cucu perusahaan plat merah, yang tidak berkinerja optimal, akibatnya hanya menjadi beban bagi perusahaan induknya.
Atas dasar itu, menurutnya, perlu dilakukan perampingan jumlah perusahaan di lingkungan BUMN.
"Jumlah BUMN saat ini terlalu banyak sehingga perlu dirampingkan dari semula ada 108 perusahaan kini menjadi 41 perusahaan," katanya dalam rapat dengan komisi VI DPR RI, Kamis (2/12/2021).
"Masih banyak anak cucu BUMN yang kecil yang mohon maaf dikelola tidak maksimal, jadi dengan holding ibarat anak cucu ini menyedot terus seperti benalu di pohon," ujarnya.
Ia mengaku, sudah memiliki opsi untuk mengatasi hal tersebut, dengan cara efisiensi agar bisnis bisa berjalan maksimal. Contohnya, PT Energi Management Indonesia (EMI) yang diambil alih oleh PLN.
Selain itu, ia juga akan menawarkan BUMN ke swasta melalui tender terbuka. Dengan pengalihan ini diharapkan bisa membantu perekonomian dan menciptakan lapangan kerja hingga menciptakan pengusaha baru.
Ia tidak mau holding BUMN yang sudah dibenahi ini dirusak oleh kinerja buruk anak cucu usaha. Seperti holding semen, perkebunan, pertambangan, dan migas yang sudah tertata rapi.
"Saat ini, ada tiga ancaman yaitu globalisasi, disrupsi digitalisasi yang berat dan bahan baku yang masih impor. Jadi daripada tidak fokus, lebih baik fokus ke main business," pungkasnya.



