Senin, 19 Sep 2016 - 20:48:00 WIB - Viewer : 9784
Fahri Hamzah : Irman Gusman dijebak uang receh 100 juta.
Fahri sebut Irman pengusaha kaya dan terhormat
AMPERA.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah merasa heran dan terkejut dengan penangkapan Irman Gusman oleh KPK. Menurutnya, ketua DPD RI Irman Gusman dijebak untuk menjatuhkannya.
Fahri mengatakan bahwa dirinya telah mengenal Irman sejak tahun 1995, saat dia masih menjadi mahasiswa yang hendak menyusun skripsi sementara Irman baru beberapa tahun pulang ke tanah air usai menyelesaikan studi S2 nya di University of Bridgeport, Connecticut, Amerika Serikat.
"21 tahun lalu saya belum lulus kuliah dia sudah jadi orang kaya raya. Orangtua keluarga kaya. Pengusaha kayu dan perkebunan yang maju," tutur Fahri.
Fahri menambahkan, orangtua Irman, Gusman Gaus dan Janimar Kamili sebagai orang Minang yang sangat terhormat. "Keluarga itu memang keluarga kaya, pengusaha kayu dan perkebunan yang maju," tuturnya.
Fahri menambahkan, Pada 1996, Fahri mendapat kabar jika Irman memerlukan peneliti untuk sebuah penulisan karya ilmiah. Sejak itu Fahri bekerja sebagai peneliti dan berkantor di kantor dan rumah Irman.
Mantan anggota Komisi III itu mengenang, Kala itu Fahri bertugas menyiapkan dokumen dan hasil penelitian, sementara Irman adalah pengusaha muda yang sedang naik daun, aktif di HIPMI. "Biasalah anak HIPMI sedang gandrung melakukan advokasi UKM dan pengusaha pribumi," tuturnya.
Irman Gusman, kata Fahri, menjadi salah satu pembicara membela UKM dan pengusaha pribumi.
Fahri menyebutkan pada saat itu Orde Baru ingin melakukan semacam koreksi agar kelas menengah pribumi bertumbuh. Dampaknya, UKM dan koperasi kuat.
"Itulah kenangan awal saya dengan Irman Gusman, orang Minang yang terpandang. Jarak antara Irman Gusman dan kejahatan itu jauh sekali, sangat jauh," tegas Fahri.
Fahri mengaku prihatin dengan kasus yang menimpa Irman. Karenanya, Dia mengaku heran ada yang menuduh Irman melakukan korupsi. "Pergaulan beliau luas. Maka saya heran dituduh korupsi Rp100 juta? Entahlah apa yang terjadi. Tapi saya merasa ada yang tidak adil orang sebaik Irman Gusman dirusak seperti ini," kata Fahri melalui keterangan tertulis, Minggu (18/9).
Dengan segudang prestasi, latar belakang keluarga, Fahri sangat yakin jika Irman tak mungkin tergoda uang suap, apalagi jumlahnya recehan. "Jarak antara Irman dan kejahatan itu jauh sekali. Sangat jauh," tegasnya.
"Sampai sekarang pergaulan beliau luas. Maka saya heran dituduh korupsi 100 juta," tambahnya.
Fahri merasa ada yang tidak adil orang seperti Irman dirusak seperti itu. "Semoga Pak Irman kuat dan berani membela diri. Sebagai sesama pimpinan lembaga negara saya ikut prihatin," tandasnya.



