Jumat, 10 Mar 2017 - 22:20:00 WIB - Viewer : 4268
Inflasi Palembang Ditarget Maksimal 4 Persen
AMPERA.CO, Palembang - Guna menekan angka inflasi di Metropolis, Tim Pengandali Inflasi Daerah (TPID) berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, yang ditargetkan inflasi maskimal di angka 4 persen plus minus 1 hingga akhir tahun.
Ketua Tim Pengambangan Ekonomi Kantor Perwakilan VII Bank Indonesia (BI) Sumsel Babel, Suti Masniari Nasution mengatakan, pada Februari 2017, inflasi Palembang di angka 0,009 persen.
Sedangkan terhitung dari Januari-Februari sebesar 0,30 persen. Angka inflasi Palembang lebih rendah dibanding Nasional, yakni 0,23 persen.
"Rata-rata inflasi kita selalu di bawah nasional, tapi yang terpenting bagaimana kita mempertahankan. Karena itu kita selalu intensif berkoordinasi dengan OPD-OPD terkait,"katanya, Jumat (10/3).
Ia menyebutkan, beberapa komiditi makanan menjadi penyumbang terbesar inflasi Palembang. Seperti, beras, daging ayam buras, minyak goreng cabai merah, dan bawang merah.
Banyak faktor yang mempengaruhi, diantaranya pasokan, cuaca, dan rantai distribusi.
"Dalam rapat TPID bebrapa waktu lalu di Provinsi, kami melibatkan BMKG dan Dinas Pertanian. BMKG bisa memberitahu bagaimana kondisi cuaca, kemudian Dinas Pertanian membuat kalender agar suplai tetap tergaja. Dinas Pertanian bisa mengarahkan kelompok tani/petani untuk menanam sesuai dengan kalender pangan,"ujarnya.
Selain itu, sambungnya, BI bekerjasama dengan gapoktan dan peternak untuk membentuk klaster-klaster, seperti klaster bawang merah, cabai, dan padi. Untuk pertenakan BI, sedang berkoordinasi dengan koperasi peternak ayam.
"Untuk perternakan belum, ini sedang proses. Untuk bawang merah kami bekerja sama dengan SMK pertanian di Sumbawa, karena Bawang merah bisanya terkendala dengan bibit,"Katanya.
Dijelaskannya, TPID selalu mengantisipasi lebih awal terhadap laju inflasi atau early warning system. Seperti saat harga cabai melambung tinggi di Januari lalu, TPID bergerak cepat mengelar operasi pasar di beberapa pasar tradisonal di Palembang.
"Cabai mahal, kami langsung mengadakan operasi pasar di pasar Cinde, pasar sekip, pasar KM 5 atau pasar lainnya. Begitu ada operasi pasar, langsung terasa penjual cabai di pasar menurunkan harga cabai, karena kami menjual jauh lebih murah,"katanya.
Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Palembang, Harobbin Mustafa, mengatakan, Tim TPID berkoordinasi dengan instansi terkait, membahas inflasi dan pertumbuhan ekonomi Palembang.
"Tidak bisa pertumbuhan ekonomi tinggi, dan inflasi tinggi, harus seimbang. Karena itu, kita berusaha semaksimal.mungkin kendalikan inflasi,"pungkasnya.



