Rabu, 11 Jan 2017 - 23:16:00 WIB - Viewer : 6568
Kuota Haji 2017 bertambah 52.200 dibanding tahun 2016
AMPERA.CO, Jakarta - Kuota haji Indonesia tahun 2017 akan kembali normal setelah di tahun-tahun sebelumnya dipotong oleh otoritas Arab Saudi karena proses perluasan Masjidil Haram.
"Baru saja diumumkan Presiden, kuota haji Indonesia Tahun 2017 adalah 221.000 jamaah. Artinya bertambah 52.200 jamaah dibanding tahun-tahun lalu," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di akun Twitter miliknya, Rabu (11/1).
Menurutnya, kembalinya kuota Indonesia itu membawa konsekuensi bagi penyelenggara haji untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi jamaah. Alasannya, jumlah jamaah bertambah atau berbeda dari tahun sebelumnya yang relatif lebih sedikit.
Menteri agama sebelumnya belum mau mengeluarkan pernyataan mengenai kepastian normalnya kuota haji Indonesia. Dia hanya mengatakan, secara umum kunjungannya ke Arab Saudi membawa hasil yang menggembirakan.
Pada Selasa lalu (3/1), Lukman beserta rombongan misi haji terbang ke Saudi guna menandatangani MoU persiapan haji 2017. Sepulangnya dari Saudi, Lukman tidak membuka suara mengenai kuota haji Indonesia. Walaupun demikian, ramai pemberitaan mengenai normalnya kuota Indonesia baik media nasional ataupun media Arab Saudi.
Dalam pertemuan di Saudi, Lukman bertemu dengan Menteri Haji Arab Saudi dan mengutarakan berbagai hal terkait kerja sama dua negara terutama dalam perhajian.
Beberapa yang disampaikan seperti perbaikan tenda dan penyediaan penyejuk udara di Arafah, penambahan makan pagi bagi jamaah saat di Makkah dan usulan pemondokan atau hotel jamaah haji Indonesia dapat membuka kafetaria sehingga memudahkan jamaah untuk mendapatkan makanan, khususnya lima hari sebelum dan sesudah puncak ibadah haji.
Selain itu, Menag mengusulkan peningkatan kualitas bus wilayah Masya`ir (Arafah-Muzdalifah-Mina). Rute Masya`ir adalah satu-satunya layanan transportasi yang belum diperbaharui. Usulan lainnya, Lukman menyampaikan agar ada pos gawat darurat di Mina yaitu di sepanjang jalur lontar Jamarat serta penyediaan kursi roda dari tenda Mina ke Jamarat dan sebaliknya.
Terakhir, Lukman mengusulkan agar perusahaan penyelenggara haji setempat meningkatkan pelayanan di Mina terutama terkait keberadaan toilet dalam jumlah yang memadai.



