Minggu, 28 Feb 2016 - 18:49:00 WIB - Viewer : 4736
Rakyat Butuh Langkah Nyata, Bukan Hanya Bersihkan Kali
AMPERA.CO/AT.PUTRA
AMPERA.CO,Palembang - Politisi Partai PDI-Perjuangan, sekaligus anggota Komisi IV, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palembang, Firmansyah Hasan mendesak agar, Walikota Palembang, untuk membuat terobosan lebih mengena ke masyarakat. Bukan hanya bisa membersihkan kali yang dipenuhi sampah.
"Program Kali Bersih yang dilakukan Walikota Palembang itu tidak efektif, buktinya titik banjir masih saja ada di Palembang. Bahkan, bertambah,"katanya, Minggu (28/2).
Firman mengatakan, kalau Walikota Palembang hanya menghabiskan waktu dengan "Program Kali Bersih" kapan Palembang bisa bebas banjir. Dalam menanggulangi banjir, bukan hanya membersihkan sampah di kali atau sungai saja.
"Harusnya sekelas Walikota bisa memberikan langkah kongkrit bagi rakyat. Contohnya pada musim hujan seperti saat ini banjir tidak bisa ditanggulangi secara maksimal,"ujarnya
Firman menyebut, banyak kawasan di Palembang akan tergenangi air ketika hujan datang. Misalnya, kawasan Plaju, dari Jalan DI Panjaitan, Pertahanan sampai Tangga Takat masih mengalami banjir hingga yang tingginya mencapai 15 cm.
"Hal itu terjadi karena saluran parit tidak berfungsi baik atau mampet. Hal serupa juga terjadi dikawasan Seberang Ilir. Seperti,di Jalan Jenderal Sudirman juga mengalami hal yang sama. Terjadi banjir saat hujan dengan intensitas tinggi,"bebernya.
Firman menghimbau, Walikota Palembang bisa intruksikan kepada Dinas Kebersihan Kota (DKK) untuk memperbanyak tempat pembuangan sampah (TPS). Pasalnya, TPS yang ada di ibu kota Sumatera Selatan ini sangat minim. Contohnya, untuk kawasan Seberang Ulu, dimana untuk warga 3-4 Ulu hanya memiliki 1 TPS.
"Tentu hal itu tidak ideal. Banyak warga yang terpaksa membuang sampah ke sungai. Kami minta Walikota dapat mensesuaikan kebutuhan masyarakat dan bisa memberikan langkah nyata, bukan hanya turun ke kali,"ulasnya.
Terpisah, salah seorang warga kawasan 3-4 Ulu Indri (21) mengatakan, akibat minimnya TPS tersebut. Warga kebingungan untuk membuang sampah. Akibatnya, sampah dibuang ke sungai.
"Kalau di buang ke TPS, tempatnya terlalu kecil. Biasanya sampah meluber sampai ke Jalan, ya terpaksa buang ke sungai,"pungkasnya.
Feri



