Selasa, 12 Des 2023 - 08:33:00 WIB - Viewer : 4236

Terkait Pencemaran Udara, DPRD Palembang Sidak ke PT Bukit Asam, PT BAU, PT MAS dan PT RMK Energy

Rep : Alam

Ampera.co
pimpinan dan anggota Komisi II DPRD Palembang, lakukan sidak

AMPERA.CO, Palembang - Menindaklanjuti laporan masyarakat, terkait permasalahan pencemaran polusi udara, pimpinan dan anggota Komisi II DPRD Palembang, lakukan sidak lapangan. Senin (11/12/2023).

Pencemaran polusi udara itu diduga atas aktivitas perusahaan batu bara, yang ada di wilayah kertapati, yakni PT Bukit Asam, PT BAU, PT MAS dan PT RMK Energy.

Akibatnya, beberapa wilayah Kecamatan Kertapati, dan wilayah Tangga Buntung, Kecamatan Gandus, terkena dampaknya.

Sidak itu, dihadiri langsung Wakil Ketua DPRD Palembang, Sudirman, Ketua Komisi II, Abdullah Taufik, Sekretaris, M Hibbani, anggota Fahrie Adianto, Muhammad Akbar Alfaro,M Arfani dan Andi. Hadir juga dari Pemkot Palembang, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), dan dari Bagian Hukum Setda Palembang.

Usai sidak, Wakil Ketua DPRD Palembang, Sudirman, mengatakan, pihaknya melaksanakan tugas sebagai wakil rakyat, yakni fungsi pengawasan. Dalam sidak tersebut, pihaknya meminta kepada dinas terkait menurutkan alat, untuk menguji kualitas udara diwilayah sekitar operasional perusahaan-perusahaan tersebut.

"Hasilnya nanti setelah dilakukan pengecekan oleh dinas terkait. Saat ini belum ada kesimpulan. Kita tunggu saja," kata Sudirman.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Palembang, Abdullah Taufik, mengatakan, berdasarkan pemeriksaan, perusahaan tersebut sudah memiliki Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL).

"Artinya mereka sudah melengkapi, Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL), dimana air limbahnya dibuang kesungai Musi, setelah dikelola. Nanti DLHK akan mengecek kualitas udara disini selama 1 Minggu kedepan," kata Taufik.

"Nanti air musi, yang dijadikan tempat pembuangan limbah kami cek di lab. Apakah kadar asamnya sudah sesuai standar atau tidak, karena berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar, sudah ada beberapa masyarakat terkena ISPA dan penyakit lainnya, akibat polisi udara. Tapi sekali lagi, kami tegaskan, keputusannya nanti setelah dilakukan pengecekan dan hasil lab," pungkasnya.

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :