Rabu, 04 Nov 2020 - 22:17:00 WIB - Viewer : 3568

Pembangunan IPAL Sei Selayur Resmi Dimulai

Rep : AT.Putra/Ed : Feri

AMPERA.CO, Palembang - Setelah melalui proses cukup panjang, akhirnya pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Sei Selayur Palembang resmi dimulai, Rabu (4/11/2020).

Acara peresmian itu dihadiri langsung oleh, Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, Walikota Palembang Harnojoyo, Dirjen Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danis Hidayat Sumadilaga dan puluhan pejabat lainnya.

Dirjen Cipta Karya Kementrian PUPR, Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan, bangga dengan perjuangan dan keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, dalam penanganan sanitasi di Metropolis.

"Apa yang akan dibangun hari ini, bukti keseriusan pemerintah setempat dalam penanganan limbah di kotanya," katanya.

Dijelaskannya, pembangunan IPAL Palembang ini bukan dari dana hibah saja, dimana ada kewajiban dari pemerintah pusat, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang maupun Provinsi yang bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah), dengan total Rp1,2 triliun.

"Jadi pemerintah setempat juga harus mengucurkan anggaran, agar pembangunan IPAL ini berjalan. Dengan komposisi APBN 55 persen dan APBD 35 persen, tergantung realisasi kebutuhan di lapangan," katanya.

Menurutnya, saat ini, pemerintah sangat konsen terhadap air bersih dan sanitasi. Tetapi sanitasi itu bukan hanya di kota besar, ada beberapa kota dilakukan dengan sistem yang berbeda. Karena Kota Palembang ini adalah kota besar, jadi sistem yang dilakukan adalah dengan sanitasi terpadu.

"Saat ini ada beberapa kota sedang kita persiapkan, seperti Jakarta dan beberapa ibu kota provinsi lain di pulau Jawa dan Sumatera. Dimana, pendekatannya tidak semua sama seperti di Palembang," ujarnya.

Ia menambahkan, sanitasi itu ada dua, pertama yang berkaitan dengan sampah solid waste dan air atau waste water.

"Saat ini kita sedang membangun sanitasi waste water atau air limbah. Untuk penanganan air limbah ini juga, dibagi menjadi beberapa sistem, tidak hanya skala perkotaan tapi ada juga skala pedesaan yakni sanitasi berbasis desa, di kelurahan ada juga sanitasi berbasis masyarakat atau komunal," katanya.

Pemerintah Indonesia terus berusaha meningkatkan akses air bersih dan akses sanitasi di seluruh wilayah Indonesia. Khusus Kota Palembang, ia mengaku, jika pemerintah di wilayah ini luar biasa, dimana air bersihnya saja sudah diatas hasil rata-rata nasional, yakni 84 perse. dan nasional 74 persen.

"Saat ini Palembang telah memiliki 70 persen akses sanitasi dan layak 39 persen. Secara keseluruhan Kota Palembang, aksesnya sudah hampir mendekati 70 persen akses sanitasi, ini cukup tinggi dibandingkan dengan beberapa kota lain di Indonesia," katanya.

Sementara itu, Walikota Palembang, Harnojoyo mengatakan, ia berterima kasih kepada pihak Pemerintah Australia dan Pemerintah Pusat, atas terlaksananya Ground Breaking IPAL Sei Selayur Palembang hari ini.

"Kita bersyukur bahwa kita satu-satunya kota di Indonesia yang diberikan hibah oleh Pemerintah Australia untuk pembangunan IPAL 45 juta AUD atau setara Rp450 miliar," ujarnya.

Harnojoyo menambahkan, proyek ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2017, dimana ada beberapa kendala yang harus diselesaikan pemerintah daerah maupun pusat, seperti pematangan lahan yang menjadi lokasi pembangunan proyek hari ini.

"Semoga ini tepat waktu dan dapat termanfaat bagi masyarakat Kota Palembang," tuturnya.

Saat ini, sambungnya, pematangan lahan sudah beres, sekarang pembangunan pusat instalasi dan pemerintah pusat juga telah membangun pipa distribusi. Nanti untuk sambungan rumah tangga kewajiban pemerintah kota dan pemerintah provinsi.

Dimana, pada awal 8.000 sambungan akan dilanjutkan sampai 21.000 sambungan.

"Nanti manfaatnya dapat dirasakan untuk 100.000 jiwa yang akan terlayani pengelolaan air limbah ini," katanya.

Nantinya, untuk sharing anggaran antara Pemkot Palembang dan Pemerintah Provinsi Sumsel kurang lebih Rp120 miliar, masing-masing akan dibebankan Rp60 miliar untuk 21.000 sambungan.

"Setelah ini selesai dibangun, maka pengelolaan akan kita serahkan ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi," pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, Ahmad Bastari mengatakan, IPAL Sei Selayur tersebut mampu menampung 21.700 sambungan rumah dari Palembang barat dan Palembang timur, mulai dari rumah susun, Jl Merdeka, Jl Jendral Sudirman, Jl Ali Gatmir, Jl Veteran, RE Martadinata sampai ke Jl Mayor Zen.

"IPAL ini akan mengcover limbah di hampir sebagian wilayah Palembang, dengan kapasitas mesin 20.000 meter kubik per detik," pungkasnya.

 

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :