Sabtu, 23 Mei 2015 - 23:01:12 WIB - Viewer : 4600
AFC jatuhkan Sanksi untuk Timnas Indonesia
AMPERA.CO, Jakarta - Indonesia mendapat sanksi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia, setelah insiden penonton pada dua pertandingan timnas U-23 pada Maret 2015, saat melawan Timor Leste dan Korea Selatan di Jakarta.
Timnas Indonesia harus memainkan pertandingan kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia melawan Irak tanpa kehadiran penonton, dan pertandingan kandang melawan Thailand di tempat yang netral.
Indonesia juga disanksi denda sebesar 20.000 dolar oleh AFC dan diperingatkan bahwa sanksi-sanksi yang lebih berat dapat juga dijatuhkan jika insiden-insiden itu terulang.
Timnas Indonesia dijadwalkan akan menjamu Irak pada 16 Juni setelah memulai kualifikasi di Taiwan pada 11 Juni.
Timnas Indonesia kemudian akan berangkat ke Hanoi untuk menghadapi Vietnam pada September, sebelum pertandingan kandang pada 8 Oktober melawan juara Asia Tenggara Thailand.
Namun apakah Indonesia akan diizinkan untuk berkompetisi di kualifikasi Piala Dunia 2018 dan Piala Asia 2019 masih menjadi pertanyaan besar, mengingat liga domestik Indonesia sedang terhenti, akibat konflik antara pemerintah lokal dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Kedua kubu diberi waktu oleh FIFA sampai Jumat untuk mencari titik temu dari permasalahan yang ada, yang berpangkal dari gagalnya PSSI untuk mencoret dua klub dari Liga Indonesia yang merupakan rekomendasi pemerintah karena masalah-masalah kepemilikan. Hingga akhirnya Pemerintah telah membekukan PSSI, yang membuat PSSI membatalkan musim liga setelah baru menjalani dua putaran. Sementara para pemain terkatung-katung karena tidak mendapat gaji.
PSSI meluncurkan rencana-rencana untuk turnamen pra musim baru pada pekan lalu, yang menampilan 18 tim strata tertinggi untuk dipecah ke dalam tiga grup sebelum mereka memulai musim liga yang baru pada September, namun Piala Champions sudah dihapuskan. Namun Tim transisi pemerintah, yang diberian otoritas untuk mengawasi sepak bola di Indonesia ini, menolak untuk memberi izin.
Sejumlah petinggi PSSI tiba di Swiss pada pekan ini untuk mengikuti kongres FIFA pada Jumat, di mana badan sepak bola dunia itu juga akan mengadakan pemungutan suara untuk memilih presiden, dan mengatakan mereka akan berupaya agar hukuman tidak jadi dijatuhkan.
Direktur Teknik PSSI Peter Hoekstra mengatakan skors akan memberi pukulan berat, dan menambahi bahwa perselisihan dengan pemerintah telah merusak pekerjaannya.
"Itu akan sangat merusak," kata mantan pemain sayap Belanda dan Ajax Amsterdam itu kepada BBC World Football.
"Malang bagi kami, menteri ikut campur ke dalamnya dan kelihatannya mereka membunuh semua inisiatif yang kami upayakan," katanya. Demikian laporan Reuters.
Feri Yuliansyah



