Minggu, 11 Jan 2026 - 21:12:00 WIB - Viewer : 1124
Bagindo Togar Desak Aparat Tindak Tegas Dugaan Pungli di Terminal Karya Jaya
Istimewa
AMPERA.CO, Palembang - Dugaan pungli di terminal Karya Jaya terhadap relawan asal Serang, Provinsi Banten yang hendak mengirimkan bantuan kemanusiaan ke daerah terdampak bencana banjir bandang di Aceh Tamiang, di Terminal Karya Jaya, mendapat perhatian berbagai pihak, diantaranya pengamat Sosial Politik Sumsel Bagindo Togar Butar Butar.
Pria yang biasa bersuara keras ini mendesak agar pemerintah melalui Dinas Perhubungan kota Palembang maupun Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumsel segera membuat tindakan tegas kepada petugas yang melakukan pungli.
"Masalah ini sudah menjadi perbincangan nasional, karena dugaan pungli di jalanan ini terjadi kepada relawan yang membawa bantuan kemanusiaan untuk korban bencana. Kasus ini jelas mencoreng nama baik Palembang, kalau hal ini dibiarkan berlarut-larut, dikawatirkan bisa membuat stigma negatif bagi kota ini," kata Bagindo, Minggu (11/12026) malam.
Alumni Universitas Sriwijaya (Unsri) ini menegaskan, bahwa praktik pungli di fasilitas publik, mencoreng image, citra dan kinerja tata kelola transportasi di Sumsel, khususnya di kota Palembang.
"Terminal Karya Jaya seharusnya aman dan nyaman, bukan justru menjadi tempat yang membebani rakyat dengan pungli. Jika dugaan pungli terhadap relawan kemanusiaan ini dibiarkan, maka ini adalah bentuk kegagalan pengawasan oleh pemerintah daerah maupun pusat," tegasnya.
Bagindo mendesak agar pihak pengelola terminal, dalam hal ini Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumsel maupun Dinas Perhubungan kota dan provinsi segera mengumumkan petugas berseragam yang "bermental pengemis jalanan" melakukan pungli.
"Kasus ini harus menjadi evaluasi menyeluruh, agar hal serupa tidak terulang lagi," tutupnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Palembang, Agus Supriyanto, dalam keterangan pers Kamis (8/1/2026), membantah keterlibatan anak buahnya. Ia bahkan sempat menuding bahwa petugas yang berjaga di Terminal Karya Jaya saat kejadian berasal dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumsel.
Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi dari Kadishub Sumsel, Ari Narsa. Ia menegaskan bahwa tidak ada personel Dishub Sumsel maupun BPTD yang bertugas di lapangan pada saat itu.
"Tidak ada pegawai Dishub Sumsel yang terjun ke lapangan. Selain memang tidak diperbolehkan, mereka dilarang keras melakukan pungli," tegas Ari Narsa.
Sementara itu, Kepala Seksi BPTD Kelas II Sumsel, Milfer Jonely, membantah anak buahnya melakukan pungli.
Ia mengatakan tiga orang oknum petugas yang terekam dalam video telah memberikan klarifikasi dan mengaku tidak menerima uang pungli sebesar Rp 150 ribu sebagaimana ditudingkan.
Pengakuan tersebut disampaikan melalui video klarifikasi yang diunggah ulang akun Instagram @undercover.id pada Sabtu (10/1/2026).
“Petugas tadi menyampaikan bahwa mereka tidak menerima,” kata Jonely.
Untuk diketahui, video dugaan pungli terhadap mobil relawan pembawa bantuan bencana ke Aceh Tamiang yang terjadi di Terminal Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Palembang, viral di media sosial. Rabu (7/1/2026) di depan Terminal Karya Jaya.
Seorang relawan yang berada di dalam mobil merekam aksi pungli tersebut. Terlihat ada sejumlah kendaraan besar yang diberhentikan petugas perhubungan. Salah satu dari relawan kemudian dibawa ke seberang tempat mobilnya diberhentikan.
Menurut perekam tempat itu ialah sebuah warung. Di sanalah relawan memberikan duit yang diminta oleh petugas tersebut senilai Rp 150 ribu.



