Sabtu, 10 Jan 2026 - 16:44:00 WIB - Viewer : 1640

Dinilai Lindungi Oknum Nakal dan Salahkan Institusi Lain, Kepemimpinan Kadishub Palembang Disoal

Ed : Feri Y

Istimewa
Sopir ambulan yang mengantarkan bantuan kemanusiaan ke Aceh Tamiang memberikan klarifikasi

AMPERA.CO, Palembang - Kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang menimpa sopir ambulan pembawa bantuan kemanusiaan dari Serang Banten untuk Aceh Tamiang di Terminal Karya Jaya, Kertapati memasuki babak baru. 

Setelah sempat dibantah oleh pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, sang sopir akhirnya memberikan pengakuan mengejutkan yang memicu gelombang protes dari masyarakat terhadap Dishub Palembang.

Dalam sebuah video yang viral pada Sabtu (10/1/2026), sopir ambulan tersebut mengklarifikasi kronologi kejadian yang dialaminya pada Rabu (7/1/2026) lalu. Ia menegaskan bahwa praktik pungli itu benar adanya, meski melalui modus yang terselubung.

"Memang benar saya tidak memberikan uang langsung ke tangan petugas, tapi petugas Dishub itu memerintahkan saya untuk menaruh uang tersebut di atas meja," ungkap sopir tersebut dalam videonya. 

Diketahui, oknum petugas diduga meminta uang sebesar Rp 150.000 kepada ambulan yang tengah menempuh perjalanan dari Serang Banten menuju Aceh Tamiang untuk menyalurkan bantuan bencana.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Palembang, Agus Supriyanto, dalam keterangan pers Kamis (8/1/2026), membantah keterlibatan anak buahnya. Ia bahkan sempat menuding bahwa petugas yang berjaga di Terminal Karya Jaya saat kejadian berasal dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumsel.

Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi dari Kadishub Sumsel, Ari Narsa. Ia menegaskan bahwa tidak ada personel Dishub Sumsel maupun BPTD yang bertugas di lapangan pada saat itu.

"Tidak ada pegawai Dishub Sumsel yang terjun ke lapangan. Selain memang tidak diperbolehkan, mereka dilarang keras melakukan pungli," tegas Ari Narsa.

Atas Sikap Kadishub Palembang yang dinilai tidak jujur dan cenderung melindungi oknum nakal menuai kecaman dari warga. Nuzul, seorang warga Plaju, menyatakan kekecewaannya atas kepemimpinan Agus Supriyanto yang dianggap gagal secara manajerial.

"Kalau punya malu, mundur jadi pejabat. Percuma ada Kadishub yang tidak tegas. Pecat saja, dia sudah ceroboh menyalahkan institusi lain padahal pengakuan sopir sudah jelas. Kita patut menduga, kenapa dia melindungi oknum itu? Jangan-jangan ada main," ujar Nuzul.

Warga Lainnya, Indah meminta agar Wali Kota Palembang segera mengambil langkah tegas, sehingga masalah ini tidak melebar dan merusak nama baik kota Palembang.

"Saran kami agar seluruh petugas Dishub yang berjaga di Terminal Karya Jaya pada hari kejadian dipecat atau dipindahtugaskan, memberhentikan Kadishub Palembang karena dinilai telah memberikan informasi bohong kepada publik dan merusak reputasi instansi dengan menyalahkan pihak lain," kata Linda.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban resmi dari Kadishub Palembang Agus Supriyanto, ketika dihubungi melalui sambungan telepon pribadinya Sabtu (10/1/2026) tidak direspon.

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :

  • pali