Senin, 20 Mar 2017 - 21:43:00 WIB - Viewer : 14052
Dewan Kritik Keras Wacana Pemusnahan Tari Gending Sriwijaya
AMPERA.CO, Palembang - Wacana Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Kebudayaan untuk memusnakan tarian Gending Sriwijaya menuai kritik keras dari sejumlah pihak. Termasuk, wakil rakyat yang duduk di DPRD Palembang.
Ketua DPRD Palembang Darmawan mengatakan, pernyataan Kepala Dinas Kebudayaan Palembang, membuat rakyat marah. Menurutnya, tidak etis seorang kepala dinas berencana memusnakan sebuah ciri khas sekaligus kebanggaan daerah, yang diketahui tarian Gending Sriwijaya sudah lama ada di Bumi Sriwijaya.
"Kalau pernyataan Kepala Dinas Kebudayaan itu benar. Saya sebagai wakil rakyat, sangat menyesalkan. Saya mengkritik keras hal itu. Sudah tidak benar,"katanya, saat dimintai komentar terkait pemberitaan yang membuat heboh masyarakat maupun pejabat Pemkot Palembang serta Pemprov Sumsel beberapa hari terakhir, Senin (20/3).
Seharusnya, sambung anggota DPRD Palembang dua periode ini, warisan budaya bangsa yang menjadi turun temurun nenek moyang dilestarikan dan dipelihara. Bukan sebaliknya untuk dimusnakan.
Apalagi di daerah Sumsel banyak peninggalan budaya yang menunjukkan adanya peradaban sebelumnya.
"Kalau mau menambah budaya silahkan. Itu juga perlu melalui proses pengkajian yang mendalam serta harus melibatkan para budayawan, tokoh masyarakat. Intinya harus evaluasi dengar pendapat,"katanya.
Ditambahkannya, adanya pemberitaan pemusnahan tarian Gending Sriwijaya bukan hanya menjadi isu lokal dan Nasional. Isu tersebut bahkan sudah sampai ke internasional.
"Bagaiamana mungkin, tarian yang biasa dikaksanakan dalam penyambutan tamu. Mau dihilangkan, tidak rasional pemikiran seperti itu,"katanya.
Diketahui sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan Palembang, Sudirman Tegoeh mengatakan, pihaknya tengah merencanakan memusnahkan tarian Gending Sriwjaya dan akan diganti dengan tarian sambut Palembang Darussalam.
“Selama ini kalau ada tamu atau penyambutan pakai tari Gending Sriwijaya, atau tari Tanggai. Padahal tarian itu bukan adat istiadat kita, mulai dari gerakan, pakaian penari dan musik dalam tari Gending Sriwijaya indentik dengan ajaran Hindu-Budha,”katanya.
Oleh karena itu, kata Sudirman, Palembang dengan mayoritas penduduk beragama Islam, sudah saatnya memiliki tarian sendiri, baik gerakan, lagu atau musik pengiring dan pakaian yang dipakai penari bernuansa Islami
“Kalau ditanya bagaimana gerakkannya saya tidak tahu, saya bukan ahli tari, seniman atau budayawan. Tapi kami dari Kebudayaan mendiskusikan dengan alhi tari, seniman atau budayawan, mereka 100 persen mendukung. Mereka yang lebih paham. Nanti kita lombakan untuk cipta tari Sambut Palembang Darussalam ini. Perlombaan tersebut akan digelar setelah pemilihan Duta Budaya, sekitar akhir bulan April mendatang,”pungkasnya.



