Rabu, 12 Jul 2023 - 17:14:00 WIB - Viewer : 6920

Pipa Bocor, Kawali Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab

Ed : Trie Putra

AMPERA.CO, Palembang - Aktivis lingkungan Kawali Sumsel bersama gabungan ormas dan LSM di Prabumulih, menuntut agar PT Pertamina dan Pemprov Sumsel bertanggung jawab atas insiden kebocoran pipa Pertamina.

Ketua Kawali Sumsel, Chandra Anugerah, mengatakan, pihaknya akan melakukan aksi bersama LSM di Prabumulih, guna menuntut pertanggungjawaban dari PT Pertamina dan Pemrov Sumsel.

"Kebocoran pipa Pertamina terjadi berulang kali. Pertamina penjahat lingkungan karena telah abai terhadap dampak yang dirasakan oleh lingkungan dan masyarakat, sementara Pemprov Sumsel seperti diam dan tutup mata terhadap korporasi ini," kata Chandra, Rabu (12/7/2023).

Sebelumnya diberitakan, bocornya pipa Pertamina mencemari lingkungan dan pemukiman warga, di Kelurahan Majasari, Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih.

Warga masih harus berjuang menghadapi pencemaran lingkungan, serta bau menyengat, kendati tumpahan minyak sudah dibersihkan.

Tumpahan minyak masih melekat akar dan rerumputan yang berada di sepanjang aliran Sungai Kelekar. Mulai dari sumbernya yang berada di Kelurahan Majasari hingga beberapa kilometer di Kelurahan Muara Dua, Gunung Ibul hingga Desa Pangkul.

Menurut Chandra, Pertamina harus menunjukkan tanggung jawab lebih dari sekadar melakukan pembersihan. Utamanya berkaitan dengan ekosistem lingkungan dan dampak yang dirasakan oleh warga.

Apa yang terjadi saat ini menurutnya bisa membuat Pertamina terancam UU Lingkungan Hidup karena dianggap abai terhadap permasalahan lingkungan.

"Hal ini harus dilihat dalam logika sebab akibat," tegas Chandra.

Salah satunya, kebocoran disebabkan oleh pipa yang usang, tidak ada pemeriksaan jalur pipa yang komprehensif sehingga menurutnya lingkungan dan warga yang harus menjadi korban.

"Ini adalah keteledoran perusahaan (Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Prabumulih Field) dalam menjaga asetnya. Kejadian ini seharusnya tidak perlu terjadi apabila ada ketelitian dalam menjaga kondisi pipa yang kami duga jadi sebabnya," pungkasnya.

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :