Jumat, 29 Mei 2015 - 19:37:49 WIB - Viewer : 10220

Warga Resah, Sampah Dipemukiman dan Pasar Lamban Diangkut

AT. Putra

Foto: AT. Putra
Tumpukan sampah yang berada di kawasan Simpang Sungki, Kecamatan Kertapati Palembang dibiarkan saja menumpuk

AMPERA.CO, Palembang - Lambannya pengangkutan sampah di kawasan pemukiman penduduk atau di pasar-pasar tradisional oleh Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang membuat warga kesal.

"Sampah disini (kawasan Jalan Angkata 45, Lorong Melati) sudah hampir sepekan tidak diangkut, sampah ini sangat mengganggu, karena menebarkan bau busuk," ungkap salah seorang warga sekitar, Hasanah (45), Jumat (29/5).

Hasanah mengatakan, perhatian pihak DKK Palembang selaku dinas yang menangani masalah sampah di ibu kota Sumatera Selatan (Sumsel) ini sangat kurang, karena di Palembang, semakin banyak tumbuhnya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar. Padahal Palembang sudah pernah meraih piala Adipura Kencana,

"Berbanding terbalik dengan penghargaan yang pernah diraih Kota Palembang tahun 2014 lalu," katanya, sedikit kesal.

Walaupun demikian, wanita yang bekerja di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini berharap, pemerintah dapat lebih peka lagi dalam mengatasi masalah sampah.

"Sampah-sampah di dekat pemukiman penduduk harus segera diangkut," pintanya.

Hal serupa diungkapkan warga di kawasan Simpang Sungki, Kecamatan Kertapati Palembang, Rupan (41) mengatakan, sampah di pasar Simpang Sungki dibiarkan saja menumpuk. Padahal, sampah yang berasal dari pasar sangat banyak.

"Sampah di pasar menimbulkan bauk busuk, sampai kerumah-rumah warga," katanya.

Sambung Rupan, pihaknya berharap, DKK lebih cepat dalam melakukan pengangkutan sampah. Sehingga tidak membuat warga resah dengan bau tidak sedap yang ditimbulkan sampah pasar.

"Ya harus lebih cepat, kalau bisa sore hari sudah diangkut, jangan menunggu sampai besoknya,"tutupnya.

BerlianPratama

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :

  • palembang