Rabu, 14 Jun 2017 - 03:34:00 WIB - Viewer : 7120
Cari Pemimpin Ideal, Pemuda Sumsel dirikan Scapim
Ampera.co
AMPERA.CO, Palembang - Guna mempersiapkan pemimpin ideal bagi rakyat, sekumpulan pemuda dari berbagai universitas negeri maupun swasta yang ada di wilayah, Sumatera Selatan (Sumsel) bentuk sekolah calon pemimpin (Scapim)
Acara diskusi yang dilaksanakan di Wisma Maharani, Jalan Teuku Umar Nomor 9 Bukit Kecil Palembang, Senin (12/6), dihadiri beberapa tokoh seperti, Dosen UIN Raden Fattah Palembang H Wijaya, Ketua Karang Taruna Palembang Yudha, Ketua KNPI Sumsel yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Palembang Hidayat dan Erry Gustion Alumni Lemhannas RI.
Presiden Scapim Ramdoni mengatakan, masalah kepemimpinan dalam suatu bangsa selalu menarik untuk di kaji. Apalagi, saat ini, bangsa Indonesia mengalami krisis kepemimpinan di semua level kehidupan.
"Terjadinya distrust terhadap pemimpin akan menjadi masalah yang kompleks. Perlu kita perhatikan bagian hulu dari proses kepemimpinan itu dimana mereka membina dan menyiapkan diri dimulai dari keluarga, sekolah formal, lingkungan, pelatihan kepemimpinan di organisasi kemahasiswaan, pendidikan politik dan sebagainya karena merekalah yang menjadi pemimpin di masa yang akan datang, oleh karena itu kami pemuda tergerak membentuk Scapim ini,"katanya.
Dijelaskannya, Scapim merupakan sekolah kultural yang bertujuan untuk, membina calon pemimpin yang mempunyai pengetahuan, kecakapan serta kejujuran dalam mengemban tugas sebagai pemimpin masa depan.
"Kita sebagai pemuda prihatin dengan semakin merosotnya nilai-nilai dari seorang pemimpin. Rakyat hari ini menginginkan pemimpin yang berani, jujur, terbuka dan mementingkan kepentingan rakyat, guna memberikan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat,"katanya.
Sementara itu, Dosen UIN Raden Fattah Palembang, H Wijaya mengatakan ada tiga dasar dalam memilih pemimpin, yakni kecerdasan intelektual, emosional dan spritual.
"Tentu dewasa ini, masih banyak pemimpin yang hanya mengandalkan orang lain dari pada kecerdasan pribadi pemimpin itu sendiri, dan itu berbahaya untuk keberlangsungan sebuah daerah yang ia pimpin. Artinya terjadi keragu-raguan. Sehingga kita simpulkan pemimpin itu harus memliki kecerdasan intelektual, emosional yang terkontrol dan tentunya spiritual,"katanya.
Ketua KNPI Sumsel, Hidayat mengatakan pemuda adalah tonggak perubahan, sangat penting untuk melatih diri di organisasi dari tingkat siswa sampai yang lebih tinggi.
"Karena kepemimpinan yang kuat adalah kunci keberhasilan pembangunan,"pungkasnya.



