Selasa, 16 Des 2025 - 19:30:00 WIB - Viewer : 2764
Danantara akuisisi Hotel Novotel di Makkah, Siap kembangkan 5.000 kamar hotel
IST
AMPERA.CO, Mekkah - Kabar baik bagi jemaah Haji dan Umroh Indonesia, karena Indonesia telah mewujudkan harapan untuk memiliki hotel sendiri, melalui Danantara Indonesia yang telah menandatangani perjanjian akuisisi aset investasi berupa hotel dan real estate di Thakher City, Makkah, dengan mitra pengembang lokal Thakher Development Company (TDC), Minggu (14/12).
Berdasarkan siaran resmi yang diterima redaksi, Thakher City merupakan kawasan terpadu yang berlokasi sekitar 2,5 kilometer dari Masjid Al-Haram di Makkah.
“Berdasarkan perjanjian ini, akuisisi dilakukan terhadap Novotel Makkah Thakher City, sebuah hotel yang beroperasi dengan 1.461 kamar, serta empat belas bidang tanah seluas total sekitar 4,4 hektare,” ujar manajemen Danantara.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyebutkan bahwa langkah ini merupakan awal dari investasi Indonesia di sektor hospitality di Makkah dan Kerajaan Arab Saudi secara umum dalam jangka panjang.
Lahan tersebut akan terus dikembangkan dengan mengacu pada master plan terintegrasi, yang mencakup pembangunan hotel, ritel, dan sarana pendukung lainnya, dengan potensi kapasitas mencapai 5.000 kamar.
Transaksi itu berjalan lancar berkat didukung oleh Al Khomasiah Real Estate Development, sebagai mitra pengembangan lokal. Al Khomasiah memiliki keahlian pasar serta pengalaman pengembangan di Makkah.
Menurut Rosan, kemitraan itu ditujukan untuk memastikan keselarasan dengan regulasi yang berlaku, praktik pengembangan, serta pertimbangan perencanaan jangka panjang di Kerajaan Arab Saudi. Kajian awal menunjukkan, pengembangan aset-aset yang diakuisisi berpotensi mendukung penyediaan akomodasi dan layanan bagi jamaah haji dan umrah Indonesia.
"Perjanjian ini menjadi langkah awal dalam strategi pengembangan jangka panjang dan menyediakan kerangka kerja yang terstruktur untuk tahapan selanjutnya, termasuk pengembangan, konstruksi, operasional perhotelan, serta layanan pendukung lainnya," ucap Rosan.
Danantara Indonesia menegaskan bahwa pengembangan tersebut akan berjalan bertahap, sejalan dengan pengembangan urban kota Makkah dan persetujuan regulator.
"Kemitraan [dengan TDC] ini ditujukan untuk memastikan keselarasan dengan regulasi yang berlaku, praktik pengembangan, serta pertimbangan perencanaan jangka panjang di Kerajaan," jelas Rosan dalam siaran resmi, Senin (15/12).
Untuk tahap awal ini, Danantara kini tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC) dalam proses penawaran (bidding).
Lebih lanjut, Rosan juga menyebutkan bahwa akuisisi aset strategis ini dapat mendukung upaya pemerintah dalam menyediakan layanan jemaah haji dan umrah yang lebih baik.
“Jumlah jemaah haji Indonesia secara konsisten berada di atas dua ratus ribu jemaah. Jadi ini langkah awal yang baik," kata Rosan



