Kamis, 19 Feb 2026 - 16:12:00 WIB - Viewer : 3448

Kuliah TechnoPrenuer dan Semangat Mendorong UMKM Naik Kelas

Oleh : H. Feri Yuliansyah, ST, MT *)

AMPERA.CO - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian nasional suatu negara, termasuk Indonesia. Data nasional di negara kita menunjukkan bahwa UMKM berkontribusi sekitar 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dengan nilai mencapai sekitar Rp 9.580 triliun pada tahun 2023.

Tidak hanya sampai disitu, sektor UMKM ini juga menyerap hingga 97% tenaga kerja nasional atau sekitar 117 juta orang, dan turut berkontribusi sebesar 15,7% terhadap ekspor nasional.

Dengan demikian, bila UMKM mengalami kemajuan signifikan, baik dalam kapasitas produksi maupun daya saing global, hal ini akan berdampak langsung pada penguatan ekonomi nasional secara menyeluruh.

Untuk itulah, merupakan suatu hal yang sangat penting untuk mengubah cara pandang negara dalam memajukan sektor UMKM di Indonesia, terutama bagi kalangan pemuda dan calon Sarjana di kampus untuk bersemangat melakukan perubahan dan meningkatkan kapasitas calon entrepenuer baru, salah satunya dengan penguatan mata kuliah kewirausahaan di kampus, atau kalau di fakultas Teknik di sebut dengan kuliah TechnoPrenuership, yang penulis ampu dalam beberapa tahun terakhir ini.

Mengapa Peningkatan Kapasitas UMKM di Mulai dari Kampus?

Pertanyaan kecil yang sering di ajukan, mengapa peningkatan kapasitas UMKM harus dimulai dari kampus, dan bagaimana peran penting stake-holder untuk turut ambil peran dan bagian dalam mendukung UMKM naik kelas, khususnya mendorong UMKM untuk tumbuh berkembang hingga masuk ke pasar global?

Selain menjadi tempat kaderisasi calon-calon pelaku UMKM dengan kapasitas yang lebih mumpuni, Kampus bisa menjadi mitra sinergi yang strategis antara para stake-holder terkait, seperti antara sektor publik (pemerintah) dan sektor swasta untuk mendorong UMKM naik kelas.

Menurut penulis, Pendidikan Kewirausahaan di kampus bisa menjadi salah satu fokus penguatan dan peningkatan kualitas bagi para kader pengusaha UMKM, karena Kalau kualitas sudah terjaga, maka kuantitas akan mengikuti dengan sendirinya. Ini salah satu mindset yang perlu ditanamkan oleh para kader pengusaha UMKM yang ingin menembus global, agar memastikan produk kita benar-benar siap bersaing secara mutu di pasar global sebelum terburu-buru mengejar volume.

Selanjutnya, setelah penguatan kualitas dengan Pendidikan/pelatihan entrepenuership melalui jalur perkuliahan, dan juga dengan dukungan roadmap pembiayaan dari pemerintah/perbankan, barulah dimasukan juga pemahaman dan ilmu strategi pemasaran yang unggul, koneksi lintas sektor, jejaring ekspor dan eksposur media yang kuat.

Karenanya, Diperlukan sinergisitas dan kolaborasi dengan sektor swasta seperti komunitas, asosiasi perusahaan dan pengusaha seperti Kamar Dagang Indonesia (KADIN), Asosisasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Himpunan Pengusaha Indonesia (HIPMI), Kampus, dan sektor swasta agar program pemberdayaan UMKM bisa lebih tepat sasaran dan berdampak luas.

Inisiatif Kampus dengan pendidkan Kewirausahaan yang disertai dengan dukungan para pemangku kepentingan (stake holder) untuk UMKM ini diharapkan sejalan dengan semangat kaderisasi pelaku UMKM untuk menciptakan lapangan kerja yang baru serta untuk membawa para pengusaha UMKM untuk menembus pasar Internasional.

Karena  Penting untuk ditekankan bahwa untuk menembus pasar ekspor, UMKM harus memahami lebih dari sekadar produksi, salah satu contoh yang harus dipahami oleh para pengusaha UMKM seperti UMKM harus memiliki story-telling produk yang kuat agar mampu menarik pasar global, karena Story-telling yang kuat akan memperkuat daya jual produk. Dalam dunia ekspor, bukan hanya kualitas produk yang penting, tetapi juga kisah dan nilai yang dibawanya.

Dengan kombinasi antara kualitas dan kuantitas produk serta narasi dan pemahaman pasar yang baik, akan membentuk optimisme bahwa UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh dan bersaing di kancah internasional.

Termasuk juga pentingnya literasi digital dan kesiapan mental Pengusaha UMKM dalam menghadapi pasar global, karena saat ini, Digitalisasi adalah kunci menembus pasar global. UMKM harus mulai aktif memanfaatkan media sosial, market-place, dan video testimoni sebagai strategi pemasaran.

Akses jejaring, pelatihan dan Pendidikan entrepreneurship dikampus, dan pendampingan agar UMKM lebih siap dan percaya diri untuk naik kelas dan menempus pasar global diharapkan dapat meningkatkan kompetensi UMKM yang bisa menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

*) : Penulis adalah Praktisi Wirausaha dan Dosen Universitas Tamansiswa Palembang