Selasa, 02 Jan 2024 - 20:13:00 WIB - Viewer : 7644
Kilas Balik Pertempuran 5 Hari 5 Malam Berlangsung Meriah
AMPERA.CO, Palembang - Berbagai momen untuk mengenang para pejuang dalam mempertahankan daerahnya dari para penjajah, seperti pertempuran 5 hari 5 malam di kota Palembang.
Setelah sebelumnya sukses di gelar di tahun 2022 dan tahun 2023 lalu. Kini, kembali digelar dengan mengenang lagi kilas balik pertempuran 5 hari 5 malam yang berlangsung meriah di Gedung Kesenian Palembang, Senin (1/01/2024).
Dimana, kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Pertempuran 5 Hari 5 Malam yang terjadi di Kota Palembang dari tanggal 1 Januari hingga 5 Januari 1947 yang silam.
Momen kegiatan bersejarh tersebut diisi dengan beebagai kegiatan seperti Pawai yang dikuti oleh para komunitas. Mulai, dari kominitas Jeep Palembang Sumatera Selatan (KJPSS). Komunitas Ontel (Kosti), Gabungan Barisan Advokat dan Jawara (Bung Baja), Komunitas Laskar Merah Putih, Komunitas Vespa, dan masyarakat umum dan diikuti Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R M Fauwaz Diradja, Kepala Stasiun LPP RRI Palembang, Rahma Juwita, Perwakilan Kapolda Sumsel Kompol Andi, Gubernur Sumsel diwakili Staf Ahli Gubernur Sumatera Selatan Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Provinsi Sumsel, Nelson Firdaus, Ketua Umum Komunitas JIP Palembang Sumatera Selatan (KJPSS) H Darmawan.
Selanjutnya, untuk rute pawai di mulai dari Gedung Kesenian Palembang melewati Jalan Jenderal Sudirman, naik ke Jembatan Ampera, ke Arah Kertapati, Lewat Jembatan Musi VI, Lewat Jalan Ki Gede Ing Suro dan kembali ke Gedung Kesenian Palembang.
Kegiatan dilanjutkan dengan treatrikal dengan judul Serangan Belanda Mabuk dengan sutradara Salwa Pratiwi dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh Kepala Dinas Pariwisata kota Palembang Kgs Sulaiman Amin dengan judul puisi "Penyelamat Ibu Pertiwi" karya Agung Dwi Prasetyo dan Kepala Stasiun LPP RRI Palembang, Rahma Juwita, dengan membawakan berjudul puisi "Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita"
Acara dilanjutkan menyayikan lagu berjudul Pantang Mundur di Ciptakan oleh Titik Puspa yang dibawakan siswa kelas 4 SDN 189 Paembang bersama Dinda Kirana (Siswa Binaan Indosiar).
Menurut Sulthan Mahmud Badaruddin (SMB) IV mengatakan, komunitas dan masyarakat yang ada di Palembang ini merasa bahwa veteran meeupakan bagian dari sejarah kita yakni, Pertempuran 5 Hari 5 Malam.
Tapi, sayangnya mengapa tidak pernah diperingati dan tidak di ketahui ceritanya.
"Siapa yang tahu Jalan Kapten A Rivai, tapi siapa siapa Kapten A Rivai , siapa AK Gani, siapa nama-nama yang ada di kota Palembang itu adalah sejarah-sejarah kita," katanya.
Karena, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya yang sudah berjuang demi bangsa Indonesia khusus nya kota Palembang.
"Karenanya kami semua komunitas ingin kedepan nama-nama jalan itu harus diketahui oleh masyarakat, kalau pacak jadi muatan lokal galo, di muatan lokal harus tahu siapa AK Gani, semua harus tahu para pahalwannya, kalau kita tidak tahu nama-namanya baik dari sejarah perjuangan kemerdekaan atau pra kemerdekaan nama-nama Sultan-Sultan, Sultan keberapa, anaknya siapa, Masjid Agung di bangun oleh siapa, bagaimana kita bisa tahu , bagaimana kita bisa menguatkan kebanggaan kita akan cinta uwong Palembang, bagaimana kita membesarkan dan menghargai kita sendiri adalah kita menghargai leluhur dan orangtua kita," pungkasnya.



